Selasa, 01 Maret 2011

otomotif

Piggyback Membantu Irit BBM






JAKARTA, RABU - Kenaikan BBM, buat sebagian orang harus merogoh kocek yang dalam. Ada yang putar haluan beralih dari mobil ke sepedamotor. Dan tidak sedikit pula yang menyiasati dengan menghemat konsumsi melalui berbagai cara, tanpa mengeluarkan modal yang besar.
Seperti memakai obat peningkat bbm (octane booster), bisa berupa cairan atau tablet yang dicampurkan ke bahan bakar. Ada lagi dengan metode Katalisator yang sistem kerjanya mengandalkan magnet yang membuat molekul bensin jadi lebih rapat. Terakhir, jenis induksi udara dengan menyalurkan sekaligus menambah pasokan udara untuk mesin.
Selain semua di atas, sebenarnya masih ada alternatif lain, yakni modifikasi engine management alias modifikasi komputer mobil. Untuk tingkatan terendah (biaya tidak terlalu mahal), yakni memprogram ulang atau mengganti program ECU standar atau menambah Piggyback. Ternyata, opsi terakhir lebih populer lantaran tidak mengubah atau mengganti program ECU standar pabrik.Namun hanya memanipulasi sinyal yang bakal diterima ECU. Lagi pula biayanya buat pasang Piggyback relatif lebih terjangkau karena harganya berkisar antara Rp.4 - Rp.6 juta.
"Melalui Piggyback, kita bisa mengatur pasokan bahan bakar dan waktu pengapian yang dibutuhkan mesin agar optimal," ungkap M.Soleh Yusuf, juragan Sigam Speed di Kuningan, Jakarta Pusat.Meski banyak dipakai untuk kepentingan balap atau mobil yang sudah dimodifikasi mesinnya, bukan berarti mobil standar tak bisa pakai.
Peranti ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan tenaga sekaligus mengoptimalkan konsumsi bahan bakar. Soalnya, sering kali fuel rate mobil standar tidak optimal, ada yang berlebihan (rich) di putaran tertentu dan ada yang kurang (lean) di titik lain. "Hal ini disengaja oleh pabrikan atas dasar safety dan memperpanjang usia pakai mesin," papar Soleh.
Supaya tidak membingungkan, di bawah ini beragam merek piggyback berikut fungsinya.
1. Dastek Unichip
Punya dua tipe, yakni Q dan Q+ yang punya banyak peminatnya. Apalagi fiturndi dalamnya sangat lengkap, dari mengatur fuel consumption, timing pengapian sampai boost controller-pun sudah tersedia di piggyback berharga sekitar Rp 5 jutaan
2. HKS Unichip
Kendaraan yang sudah di up grade disarankan menggunakan piggyback HKS F-CON Pro, harganya berkisar Rp 8 juta, sudah dilengkapi dengan turbo boost controller, speed limiter dan rev limiter. Pastinya, bagi penganut speed dan performance yang telah mengaplikasi trubochatged sangat cocok dengan peranti ini.
3.A'PEXi
Punya kelebihan mengatur mesin VTEC atau VVT-i dengan produk A'PEXi VAFC II ini bisa lebih irit dan speed lebih kencang. Lalu, ada juga A'PEXi AFC Neo dilengkapi layar LCD berwarna dan mudah dalam pengoperasian karena tidak menggunakan hardwere tambahan.
4. G-Reddy Management Unit
Semua peruntukkan modifikasi sudah ada di G-Reddy. Mulai dari G-Reddy E-Manage untuk porsi menengah sampai yang E-manage Ultimate yang khusus buat high performance, lalu G-Reddy V-Manage untuk mengatur mesin cerdas sekelas VTEC dan VVT-i yang mempunyai harga Rp 4 - Rp 8 juta.
Masih ada lagi beberapa merek, nggak usah penasaran. Setelah membaca ini Anda bisa mendapatkan produk pilihan beriklutnya.

Cara Beli Velg Kaki Lima

Cara Beli Velg Kaki Lima

Sabtu, 14 Juni 2008 | 08:02 WIB


JAKARTA, SABTU - Kemarin telah ditampilkan klub otomotif Imagine dengan karya mereka, yakni cara mengecat knalpot custom model titanium. Kali ini giliran klub Sruntulan yang membagi ilmu cara mendapatkan velg mulus di kaki lima. Sebab, kalauy tidak teliti, meski kondisi tampak bagus ketika dipakai langsung rusak.
Velg kaki lima memang kompetitif harganya. Bedalah dengan harga seken di toko. Tapi ada banyak hal supaya kamu enggak beli kucing dalam karung. Kamu mesti perhatikan beberapa hal kalau mau dapat barang dengan kondisi oke. Makanya biar enggak menyesal, komunitas Sruntulan bagi-bagi tips pilih velg di pinggir jalan.
Menurut Rocky, salah seorang pendiri Sruntulan, prinsip dasar pilih velg mesti dipahami. Pertama tentukan dahulu model yang dinginkan. “Sesuaikan dengan tema modifikasi mobilnya,” katanya. Semisal, velg palang lima cocok untuk bikin tema racing dan spoke nutup buat bikin gaya elegan. Setelah itu cari tahu diameter, lebar, PCD dan offset velg yang pengin dituju biar bisa masuk ke ruang fender mobil elu.
Buat urusan harga, Panjual yang juga senior di Sruntulan kasih saran, “Biar enggak mahal, ajak teman yang sudah kenal dengan penjualnya.” Tapi kalau tak ada, lakukan penawaran dari mulai 50% dari harga yang diberikan pedagang. “Mentok-mentok 75% dari harga yang ditawarkan,” sahutnya.

Sedangkan buat mengetahui kondisi ban, perhatikanlah kembangnnya. “Ban hasil vulkanisir kembangannya ada yang enggak nyambung,” tutur Rocky. Tak hanya itu, tes fisik bisa dilakukan. “Tusukkan dengan kuku, kalau karetnya keras, ban itu berarti sudah lama,” kata Wendry, juga dari Sruntulan.
Langkah-langkahnya:
1.Cari tahu ukuran diameter dan lebar velg, biasanya ada di balik palang velg.
2.Biar lebih yakin dengan ukurannya, gunakan penggaris buat mengetahui lebar velg yang sebenarnya.
3.Perhatikan detail kondisi permukaan velg. Dari mulai bibir velg sampai lubang baut. “Raba permukaanya. Kalau velg retak dan bekas diperbaiki, biasanya enggak rata permukaannya,” ungkap Rocky.
4.Lihat dari warna permukaannya, biasanya kalau velg tambalan ada warna yang belang. Oh ya, kalau mau periksa kondisi velg, akan lebih ciamik hasilnya bila tanpa ban yang melingkar di velg. “Cacat bisa terhalang ban,” tukas Wendry, salah seorang anggota Sruntulan yang menunggang Honda Stream.

Mobil Irit BBM Tanpa Keluar Duit






JAKARTA, SENIN - Kenaikkan BBM membuat pemilik mobil melakukan pengiritan. Banyak cara, di antaranya dengan mencekik bahan bakar, menambah cairan ke bahan bakar, atau memasang alat. Namun, semua itu berurusan dengan UUD alias ujung-ujungnya duit.
Sebenarnya ada cara penghematan tanpa harus merogoh kocek, yakni dari si pengemudi sendiri. Jika gaya menyetirnya serabutan sudah pasti terjadi pemborosan. Mengubah cara menyetir saja belum cukup.
Ketika berada di belakang kemudi, ada beberapa hal yang harus dijaga, seperti putaran mesin, memainkan kemudi, mengoperasikan tongkat persneling, dan pengereman. Inilah langkah-langkah yang bisa menghemat BBM.
1.Jaga Putaran MesinTanpa disadari, setiap awal (dari posisi diam) menjalankan mobil dengan putaran mesin yang tinggi jelas memboroskan BBM. Jika kendaraan sudah dilengkapi teknologi injeksi, justru tak usah menekan pedal gas dalam. Usahakan setiap perpindahan gigi persneling dengan putaran mesin (rpm) yang normal, yakni antara 2.000 sampai 3.500 rpm. Kemudian putaran mesin juga jangan terlalu rendah, misal kendaraan melaju dengan gigi 3 tapi putaran mesinnya 1.800.
2.Pemakaian Gigi Persneling
Ada yang terbiasa setiap kali mau jalan menggunakan gigi 2. Jika perbandingan gigi rasio menunjang, boleh-boleh saja. Lebih parah bila kebiasaan di atas dipraktikkan dalam kondisi lalu lintas padat. Sebaiknya pergunakan gigi 1 dan jangan terlalu lama.
Kemudian lupa menaikkan persneling, sementara putaran mesin sudah tinggi. Kalau jalan normal dan lalu lintas tidak padat, idealnya perpindahan (naik) setiap gigi dilakukan saat putaran mesin 2.000-3.500.
3. "Engine Braking"
Mengurangi laju kendaraan dengan melepas pedal gas secara perlahan. Mobil-mobil keluaran sekarang sudah dilengkapi sistem injeksi elektronik, jadi cara di atas sangat tepat. Ingat, jangan sekali-sekali posisi gigi persneling netral, berarti suplai bensin ke mesin masih jalan. Kemudian, setelah pedal gas dilepas disertai dengan menurunkan gigi persneling dua step.
4.Kecepatan konstan
Pemakaian BBM yang boros bisa juga dikarenakan kecepatan yang tidak konstan. Kemudian melakukan akselerasi dan pengereman yang mendadak.
5.Menyetir
Kala menikung, upayakan memutar kemudi dengan halus. Artinya, saat mobil manuver jangan terlalu banyak koreksi setir. Begitu juga hendak menyalip, usahakan bodi jangan oleng kuat. Gejala itu lantaran jarak dengan kendaran di depan terlalu dekat.

Pemicu Mesin Mobil Getar








Tanda-tanda demam pada manusia, badan terasa menggigil (gemetar). Kalau pada mobil mesin bergetar berarti ada komponen yang tidak beres. Gangguan itu sangat menyebalkan, terutama saat menunggu lampu rambu (traffic light), suara mesin terdengar pincang.
Mereka-reka penyebab mesin bergetar bisa mengeluarkan banyak biaya ketika dibawa ke bengkel. Lain halnya jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, Anda tak bakalan dikelabui mekanik. Beberapa petunjuk di bawah ini mungkin bisa membantu Anda.
1. Busi mati
Mesin pincang, tidak cuma saat kondisi stasioner, tapi juga saat jalan. Biasanya, dari 4 busi ada satu busi yang mati. Solusinya, disarankan untuk mengganti semua busi agar kondisinya sama.
2. Distributor rusak
Sistem pengapian tidak sempurna akibat distributor rusak, membuat putaran mesin tidak rata.
3. Koil rusak
Mesin bergetar, langsung mati dan tidak bisa dihidupkan. Bila kerusakan koil sudah parah, mesin sulit dihidupkan. Ganti komponen pembangkit listrik ini.
4. Sistem injeksi terganggu
Untuk mobil yang sudah menggunakan sistem pasokan bahan bakar injeksi. Gejalanya, mesin bergetar dengan frekuensi agak jarang dan muncul pada putaran mesin tinggi. Jika kerusakan belum parah atau sekadar terjadi penumpukan kotoran, bisa dilakukan pembersihan dengan kalibrasi ulang nosel injektor.
5. Karburator kotor atau bermasalah
Mesin tidak akan bekerja sempurna dan timbul getaran. Komponen ini memiliki tugas menyuplai bensin ke silinder.
6. Setelah idle dan valve karburator
Ini khusus untuk mobil yang masih memakai karburator. Bila setelan idle terlalu tinggi dan katup karburator tak menutup sempurna, mesin bergetar saat dimatikan. Sebab, kala kunci kontak sudah di-off, mesin masih mendapat suplai bensin. jadi, perlu setel ulang karburator.

Hidup dan Matikan Mesin Mobil Pakai Ponsel







Membuka dan menutup lock pintu tak cuma pakai remote. Kini hal itu bisa dilakukan melalui telepon seluler, sekalian buat menghidupkan dan mematikan mesin, memberi informasi dan tracking keberadaan mobil yang sedang berjalan jika dikendarai teman, istri, atau keluarga, apalagi ketika dibawa kabur maling.

Sistem itu sudah diracik oleh rumah modifikasi Jhona Auto Fashion (JAF) yang mereka sebut Cellular Security System (CSS) dengan teknik custom. Meski sudah pernah ada, tapi ini bukan copy paste. "80 persen pakai barang-barang elektronik yang gampang dicari," papar Made Dharmawan, sang konseptor.

Perangkat yang dipakai terdiri dari ponsel yang masih berfungsi, motor CT2 dari Auto Loc atau modul yang biasa dipakai untuk menggerakkan motor power window, mini power amplifier, relai-relai, modul central lock, dan modul flasher lampu LED. Semua saling terkoneksi.

Cara kerjanya, ketika ada panggilan dari nomor pemilik ke ponsel di mobil yang tersambung ke perangkat, maka sinyal dering yang diteruskan via kabel yang dipasang ke lubang jack ponsel akan diubah menjadi arus listrik sebesar 2,5 volt oleh mini power amplifier sebelum diteruskan ke relai trigger. Relai ini kemudian akan memicu pergerakan modul central lock untuk memberikan waktu pada motor CT2 Auto Loc mengatur pergerakan motor starter via kabel kontak. Tak berapa lama mesin pun hidup.

Kerja motor CT2 bisa diatur dengan cara menekan tombol dan memperhatikan isyarat lampu yang dibawanya secara manual. Namun, hal itu harus dibarengi upgrade kapasitor modul central lock dengan daya yang lebih besar.

Karena memiliki sistem kerja bolak-balik, motor akan membalik prosesnya (memberi informasi balik kalau mesin sudah hidup). Di sinilah kinerja modul flasher lampu LED berfungsi. Karena sifatnya flasher (punya kemampuan buat mengedipkan deretan lampu LED), maka keunikan itu dipergunakan untuk menggerakkan ponsel secara elektronik.

Masing-masing gerakan bisa diatur untuk membuka kunci ponsel, mencari nomor terakhir yang terkoreksi, dan men-dial nomor tersebut. Untuk sistem yang ini, kabel ke ponsel tersambung ke elemen-elemen tombol ponsel itu.

Empat Pemicu Mesin Mobil Mati






Kerusakan mesin mobil tergolong dalam tiga bagian, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. Nah, untuk kerusakan berat, ada empat penyebab utama (untuk mesin non-turbo). Namun bila Anda cukup cermat, mengetahui ciri dan fungsi komponen vital, serta menjaga dan merawatnya, niscaya kerusakan bisa dicegah. Untuk itu, tindakan preventif diperlukan.

Inilah kerusakan vital dan langkah preventifnya.

"Overheat"
Untuk mesin modern yang sudah dilengkapi komputer, bila beroperasi melebihi batas suhu kerja, maka komputer otomatis akan melindungi dengan cara menonaktifkan mesin secara bertahap. Misalnya, komputer akan menghentikan kerja kompresor AC, berlanjut ke mode aman (safe mode), hingga saatnya mesin dihentikan secara total.

Namun, mesin era 1990-an belum dilengkapi komputer. Gejala overheat bisa dideteksi dengan munculnya gejala knocking saat berakselerasi.

* Langkah preventif
Periksa cooling system dan jumlah oli mesin secara berkala. Perhatikan indikator suhu mesin saat timbul knocking, dan segera tepikan mobil.

Kebocoran oliBerkurangnya jumlah oli mesin secara drastis akan menyebabkan friksi pada komponen yang bergerak. Dampaknya,suhu mesin tinggi (overheat) dan keausan luar biasa. Penyebabnya adalah kerusakan pada baut penutup lubang pembuangan oli akibat terkena hantaman benda keras, atau kondisi sil-sil di mesin kurang bagus. Perlu juga cermati indikator oli di dasbor yang akan menyala bila kekurangan pelumas.

* Langkah preventif
Periksa oli secara berkala. Jangan menganggap remeh indikator oli yang menyala. Itu menandakan bahwa pompa oli kehilangan tekanan.

"Water hammer"
Air tersedot ke ruang bakar akibat menerjang genangan air yang tinggi. Air yang jauh lebih padat dari udara, sampai memenuhi ruang bakar, tentu tidak dapat tekanan saat mesin bekerja pada langkah kompresi. Dalam kondisi katup tertutup, tekanan air akan menghancurkan komponen terlemah di ruang bakar, yakni piston.

*
Langkah preventif
Ketahui ketinggian saluran masuk udara di mesin. Jangan sekali-sekali menstarter ketika mesin mati di tengah banjir. Buka busi, lalu start mesin untuk mengeluarkan air di ruang bakar.

"Timing belt"Fungsinya sebagai penyelaras putaran kruk as dan katup sehingga keduanya tidak berbenturan. Namun, fatal akibatnya bila belt yang menghubungkan kedua mekanisme ini putus secara tiba-tiba. Kerusakan tak terelakkan lantaran piston akan menumbuk katup yang berada dalam posisi membuka.

Bila hal tersebut terjadi dalam putaran mesin tinggi, maka blok mesin bisa pecah. Kondisi ini bisa diminimalkan bila Anda tahu kerusakan yang terjadi. Mesin dengan perbandingan kompresi rendah atau yang dilengkapi turbocharger atau supercharger cenderung memiliki peluang lebih kecil terhadap kerusakan.

* Langkah preventif
Ganti timing belt secara berkala sesuai rekomendasi. Percepat penggantian timing belt bila frekuensi mobil melewati jalan macet tinggi.

Perbandingan Kompresi Vs Oktan Bensin





Kiri: piston ketika di TMA, kanan piston di TMB. Perbandingan ruang merah dan biru disebut perbandingan kompresi.
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
Kendati sering dicantumkan dalam spesifikasi mesin, ternyata masih banyak dari mereka yang mengaku sebagai pencinta otomotif belum mengerti tentang perbandingan kompresi. Di lain hal, masih ada juga produsen yang tidak mau mencantumkan aspek yang satu ini.

Padahal, dengan mengetahui perbandingan kompresi, si pemilik mobil tahu "menu" BBM yang cocok untuk mesin kendaraannya. Apakah premium (88), bensin dengan oktan 92, atau 95? Apakah mesin tersebut termasuk efisien atau tidak?

Kompresi tinggi
. Perbandingan di sini bukanlah kompresi atau tekanan, melainkan lebih tepat pada perbandingan ruangan atau volume. Perbandingan kompresi adalah perbandingan volume ruangan ketika piston berada di titik mati atas (TMA) dan titik mati bawah (TMB).

Saat berada di TMA, di atas puncak piston masih tersisa sedikit ruang untuk memampatkan udara dan bahan bakar (mesin bensin), busi, injektor (untuk injeksi langsung), dan tentu saja kepala klep yang mengatur keluar masuk udara segar dan sisa pembakaran.

Selanjutnya, ketika berada di TMB, ruang yang ada di atas piston sangat besar. Selain ruang kecil di kepala silinder, kini ada tambahan ruang dari blok silinder dengan ukuran lebih besar.

Nah, bila dibandingkan, antara ruang saat piston berada di TMA dan TMA, itulah yang disebut perbandingan ruang kompresi. Kalau perbandingan kompresi disebutkan 10,0 : 1, maka itu berarti perbandingan ruang saat piston di TMA dan TMB adalah 10,0 : 1.

Makin tinggi perbandingan kompresi, makin efisien kerja mesin. Namun, mesin juga butuh bahan bakar dengan kualitas lebih baik. Misalnya, untuk mesin dengan perbandingan kompresi 10 : 1, tak ada tawar-menawar lagi selain harus menggunakan bensin dengan nilai oktan di atas 90.

Pada kondisi darurat, BBM yang dipakai bisa saja premium. Namun kalau dipaksa terus menggunakan asupan yang kurang bagus ini, maka pencernaan "perut" mesin juga tidak akan bekerja dengan normal.

Sebagai contoh, kompresi tinggi yang membuat mesin lebih efisien dapat dilihat pada salah satu produk Honda yang menggunakan dua mesin berbeda, yaitu CR-V, seperti berikut.

Pemicu Mesin Motor "Batuk-batuk"






Sangat menjengkelkan ketika motor mendadak "batuk-batuk" atau suara dari knalpot terdengar "nembak-nembak" saat Anda sedang berkendara. Gejala seperti itu membuat laju motor menjadi tidak lancar alias tersendat-sendat.

Solusi paling cepat dan aman, segera bawa motor ke bengkel. Tak ada salahnya juga kalau Anda perlu mengetahui biang penyebabnya supaya Anda sudah paham atau tidak dibohongi ketika membawa motor ke bengkel. "Ada beberapa hal yang menyebabkan timbul suara ledakan dari knalpot," ucap Rusiyanto dari divisi teknik PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).

Cuk atau "choke"
Jika Anda lupa menutup cuk saat menghidupkan mesin di pagi hari, nah, saat jalan, pembakaran yang terjadi tidak sempurna akibat campuran bensin yang terlalu banyak. "Jika kondisi ini dibiarkan, tentu akan berakibat pada usia busi. Selain itu, busi cepat mati karena cenderung basah oleh bensin," beber Abdul Rohim, mekanik dealer Honda Wahana Makmur Sejati.

Busi
Komponen ini bisa menyulut timbulnya suara ledakan lantaran kondisi komponen tersebut sudah mau mati. Biasanya, menurut Abdul Rohim, itu terjadi karena elektroda busi sudah terlalu basah atau banyak kerak. Jika dipakai terus, maka muncul gejala seperti kerusakan di komponen suplai udara bersih. Akibatnya, campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar jadi tak sempurna.

Karburator
Sekarang ini tak sedikit motor yang mengaplikasi karburator model vakum atau beken disebut velocity constanly (VC). Skep digerakkan oleh karet yang mengandalkan kevakuman. Makanya, jangan biarkan karet tersebut aus. Kalau sampai aus, maka proses kevakuman jadi tidak sempurna. Ini yang menyebabkan mesin brebet saat motor dibetot.

Suplai udara
Suara ledakan bisa juga muncul akibat ada kerusakan pada bagian penyuplai udara bersih ke ruang bakar. Gejalanya, suara tidak enak timbul ketika motor berakselerasi dan gas ditutup penuh. Makanya, saat putaran mesin turun, munculah suara ledakan. "Jadi, pastikan AIS (air secondary system) berfungsi sempurna," saran Rustiyanto.

Mengusir Bau Tak Sedap Dalam Kabin Mobil



I

Sangat menjengkelkan ketika kita masuk ke dalam mobil dan langsung mencium bau tidak sedap (apek). Bukan saja mual, tapi kondisi itu bisa bikin kepala pusing saat perjalanan ke atau pulang kantor.

Penyebabnya, ada berbagai macam benda dimasukkan ke bagasi atau kabin. Suasananya pun mirip "kapal pecah", apalagi jika kendaraannya jenis MPV atau SUV. Sekalipun sudah ditaruh di bagasi, aroma itu tetap bisa merebak ke kabin.

Untuk keadaan darurat, cara mengusirnya cukup dengan menurunkan sedikit kaca pintu. Namun, cara seperti ini membuat suhu pendingin di ruang kabin tidak maksimal. Efek lain, debu masuk.

Nih, ada cara sederhana untuk mengatasinya, seperti di bawah ini.

Plastik, kopi, dan daun pandan
Benda-benda berbau menyengat yang berada di dalam mobil bisa disimpan di dalam tempat penyimpan kedap udara seperti Tupperware. Namun, jumlah dan ukurannya pun harus disesuaikan karena tentu sangat menyita ruang bagasi atau kabin.

Paling praktis, masukan benda-benda berbau itu ke dalam plastik pembungkus (bukan plastik kresek) yang bisa dibeli di supermarket atau pasar tradisional. Untuk durian, gunakan minimal tiga lapis plastik, lalu ujungnya diikat dengan karet gelang atau klip plastik.

Cara paling ampuh lainnya, gunakan bubuk kopi yang memiliki kemampuan menetralkan bau menyengat. Sediakan wadah kecil, taburkan kopi. Jangan lupa, di bagian bawah wadah diberi selotip bolak-balik dan tempelkan di bawah jok depan agar bekerja maksimal.

Cara lain, bisa juga dengan menggunakan daun pandan. Ingat, jangan sekali-sekali mengusir bau apek dengan pewangi kabin. Tindakan ini justru akan menambah suasana kabin tidak karuan.

Bersihkan nodanya
Bila ada benda yang jatuh ke kabin, entah itu bahan masakan, makanan siap saji, atau belanjaan pasar, segera bersihkan. Jika didiamkan berlama-lama, maka itu akan melekat dan sulit dibersihkan.

Cara mudah, semprotkan noda dengan cairan interior cleaner. Jika tak punya, maka kita juga bisa memanfaatkan cairan pembersih noda rumah tangga. Lalu, seka kotoran dengan sikat halus dan angkat menggunakan kain lap yang sudah sedikit dibasahkan.

Untuk memastikan permukaan kering, seka ulang dengan kain microfiber. Jika masih bau juga, maka taburkan bubuk kopi di tempat yang mengeluarkan bau tak sedap itu.

Injakan aman dengan ABS

Melakukan pengereman mungkin terdengar sederhana. Tinggal injak pedal rem. Padahal, melakukan pengereman juga bisa berbahaya bila salah penggunaannya? Agar aman, per­hatikan dan lakukan pengereman agar aman.
Hal yang perlu diketahui pertama-tama adalah jarak pengereman. Setiap kendaraan butuh jarak berbeda-beda untuk berhenti. Ada beberapa faktor yang turut memengaruhi selisih jarak itu, baik eksternal maupun internal.
Faktor dalam (in­ternal) meliputi bo­bot kendaraan, kon­disi kendaraan, ke­ce­pat­an, profil dan kom­pon ban, sistem rem dan teknik pe­nge­reman, sedang­kan fak­tor luar ada­lah kondisi jalan atau cuaca.
Ada beberapa teknik pengereman yang dikenal yaitu normal braking (ease and squeeze), threshold, dan pulse braking. Teknik ini membutuhkan pengenalan jenis dan sistem rem yang dipakai di kendaraan.
Pada generasi mobil lama, umumnya, mobil dilengkapi rem cakram di depan dan tromol di belakang, tetapi ada pula yang dilengkapi dengan rem cakram di tiap roda.
Selain itu saat ini sudah umum digunakan sistem anti lock braking system (ABS). Untuk kendaraan dengan sistem ABS memiliki indikator di panel instrumen.
Teknik pengereman pada kedua sistem itu jelas berbeda. Pada kendaraan bersistem ABS, justru menginjak habis pedal rem sangat disarankan karena ban tidak mengunci dan mobil masih bisa diarahkan. Terutama pada permukaan jalan basah, sistem ini dapat terus memberi kontrol pengendalian pada pengemudi.
Sebaliknya, pada mobil tanpa ABS, roda bisa langsung mengunci dan mobil hanya bergerak lurus. Di sini menginjak pedal rem dengan cara memompa (pulse braking) dengan tekanan dan frekuensi tetap, sehingga pengendalian masih bisa dilakukan.
Pada kondisi mengerem di tikungan, sebisa mungkin sembari diimbangi dengan menurunkan gigi (engine brake) sebelum setir mulai dibelokkan dan membalas gaya yang terjadi pada setir (counter steer).
Teknik serupa juga bisa diterapkan pada jalanan licin karena basah atau berpasir.
Engine brake dengan memindah gigi ke posisi lebih rendah akan membantu kinerja rem konvensional.
Pada kendaraan yang telah dilengkapi electronic brake distributor (EBD) pengendalian laju kendaraan akan lebih mudah karena kerja EBD yang membagi porsi pengereman pada tiap-tiap roda sesuai dengan kebutuhan pada kondisi jalan serta kecepatan laju mobil. Mengenal ABS
ABS sudah dikenal di Indonesia sejak 1990-an. Jika dulu sistem ini hanya digunakan oleh mobil-mobil premium, belakangan ini sudah hampir semua mobil kelas menengah menerapkan sistem ini.
Sayang, banyak pemilik mobil yang menganggap bahwa mobil yang telah dilengkapi ABS memiliki jarak pengereman lebih dekat, sehingga pengemudi terlena dan enggan menginjak pedal rem lebih keras.
Selain itu, getaran di pedal rem saat ABS bekerja kerap membuat kaget sehingga pengemudi langsung mengangkat kaki dari pedal rem. Hal ini jelas berbahaya, karena rem menjadi tidak bekerja sama sekali.
Pertama-tama kita harus tahu prinsip kerja ABS. Teknologi ini bekerja berdasarkan kemampuan traksi ban. Saat pengereman darurat, sensor di roda mendeteksi sesaat ban mulai terkunci.
Kemudian secara otomatis, komputer memerintahkan piston di kaliper rem untuk melepaskan tekanannya agar ban berputar. Sesaat setelah melepas tekanan, rem bekerja kembali. Proses ini berlangsung sangat cepat dan hal inilah yang membuat getaran di pedal rem.
ABS tidak memperpendek jarak pengerem­an, tetapi membuat mobil tetap dapat diken­dali­kan saat pengereman keras, karena ban masih memperoleh traksi, sehingga pengemudi dapat mengarahkan kendaraan ke posisi aman.
Rem dengan ABS tidak efektif saat di jalan tanah atau gravel. Kerikil akan membuat sensor ABS mendeteksi ban tidak mendapat traksi sehingga piston di kaliper akan melepas tekanan lebih cepat.

Waspadai Mesin Tak Stabil Saat Idle


Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang boros bukan hanya disebabkan oleh gaya berkendara yang tidak tepat, jalan macet, melainkan juga bisa dipengaruhi dari setingan mesin kendaraan kita. Terutama dari pengaturan campuran bahan bakar dan udara yang kurang pas. Bisa jadi, pengaturan perbandingan bahan bakar mesin tidak tepat sehingga membuat campuran menjadi “gemuk”. Disebut “gemuk” karena pasokan bahan bakar ke ruang bakar lebih besar dari yang dibutuhkan.
Itu sebabnya, pengaturan campuran udara dan bahan bakar mempengaruhi boros tidaknya konsumsi bbm. Nah, untuk mengetahui pas atau tidaknya pengaturan tersebut, caranya sangat mudah. Salah satunya dapat kita deteksi ketika mesin dalam posisi idle. Jika RPM mesin turun naik, ini pertanda pengaturan perbandingan bahan bakar dan udara yang kurang pas. Seharusnya, setelah kunci kontak diputar ke posisi START dan mesin hidup, RPM tetap stabil saat pedal gas kita diamkan.
Karena itu, waspadai mesin yang tidak stabil dalam posisi idle. Selain mengakibatkan konsumsi yang lebih boros, sangat mungkin mesin tiba-tiba mati saat mobil tengah kita pacu di tengah di jalan.
Cara mengetahui pengaturan campuran bahan bakar dan udara yang kurang pas dengan metode lebih sederhana adalah melalui uji emisi gas buang. Coba saja ikuti kegiatan uji emisi gratis yang sering AstraWorld adakan melalui program Save Our World. Bila pada kertas hasil test tertera kadar HC dan CO yang terlalu tinggi, berarti bahan bakar yang masuk ke ruang bakar terlalu besar daripada yang dibutuhkan akibat pengaturan yang tidak pas.
Solusinya sederhana. Tinggal mengatur kembali perbandingan campuran bahan bakar dan udara di kendaraan. Setiap melakukan servis rutin di bengkel pun biasanya mekanik melakukan pemeriksaan dan penyetelan rasio bahan bakar dan udara yang terbakar atau sering disebut setel CO.
Meskipun demikian, bukan tak mungkin bila penyetelan sudah pas tetapi pembakaran bbm tetap tidak sempurna. Untuk memastikannya, lakukanlah pemeriksaan throttle body. Kemungkinan besar komponen tempat mengalirnya udara ini kotor dan mengganggu kelancaran aliran udara ke ruang bakar.
Selain itu, periksa juga sistem pengapiannya. Barangkali ada busi yang sudah mati, coil sudah aus atau tahanan-tahanan pada kabel busi pengapian terlalu tinggi.

Temukan Penyebab Masalah pada Mesin

car-engineMencari masalah dari kerusakan bagaikan membangun sebuah rumah. Kita tidak akan dapat membangun dinding atau atap, tanpa membuat fondasi yang kuat terlebih dahulu. Kecanggihan dan kehandalah mesin mobil dewasa ini, yang hampir-hampir tak memerlukan perawatan memang membuat kita terkadang lengah terhadap hal-hal kecil. Untuk melacak masalah yang lebih kompleks sifatnya, sebaiknya kita tahu syarat-syarat dasar bekerjanya sebuah mesin mobil. Ada tiga hal mendasar yang perlu kita periksa untuk merunut masalah pada mesin mobil.
1. Aliran udara
2. Aliran bahan bakar
3. Api (kelistrikan)
Jika salah satu dari ketiga unsur ini terganggu maka mesin tidak akan dapat hidup.
Aliran udara
Memeriksa sistim aliran udara (air intake) tidak terlalu sulit. Pertama-tama yang perlu diperiksa adalah saringan udara. Di kebanyakan mesin mobil saringan udara terletak dalam kompartemen yang terpasang di bagian atas mesin. Buka penutupnya, lepaskan filter udara dan periksa dengan cara menerawangkannya ke sumber cahaya. Jika tidak tembus, maka sudah saatnya filter udara diganti.
Hal lain yang perlu diperiksa adalah saluran atau pipa yang menghubungkan saringan udara ke intake manifold. Saluran ini biasanya terbuat dari bahan campuran karet yang diperkuat. Faktor usia, getaran dan panas mesin dapat menyebabkan kerapuhan, keretakan, hingga sobekan. Kebocoran yang terjadi di saluran ini dapat menyebabkan udara masuk tanpa melalui kontrol komputer. Akibat dari tidak terkontrolnya udara masuk, adalah tidak tercapainya campuran ideal antara bahan bakar dan udara.
Aliran bahan bakar
Dalam sistim aliran bahan bakar, filter merupakan titik terlemah dari seluruh rangkaian. Filter bahan bakar sering menjadi penyebab terjadinya gangguan mesin yang bahkan tidak kita duga sebelumnya. Dalam beberapa kasus, gangguan mesin berupa hilangnya tenaga mesin atau tersendat-sendat, maka hal pertama yang sebaiknya kita lakukan adalah memeriksa filter bahan bakar. Ini adalah hal yang sederhana dan mudah kita lakukan, tetapi bisa sangat manjur dalam mengatasi masalah. Jika mobil tidak dapat di starter, periksa accu. Banyak fuel pump yang tidak dapat bekerja ketika voltage turun dibawah 10 volt. Oleh karenanya tegangan accu harus cukup bagus. Periksa juga apakah sekering fuel pump putus.
Api (kelistrikan)
Dalam hal kelistrikan, banyak hal-hal sederhana yang bisa menimbulkan masalah. Banyak masalah mesin dapat diselesaikan dengan cara merunut sistim pengapian.
· Pertama distributor cap dan rotor, yang bekerja dalam kondisi panas dan voltase yang cukup tinggi. Periksa apakah ada keretakan atau patahan. Ujung rotor dapat terkikis oleh api listrik yang dihasilkan oleh voltase tinggi. Demikian pula bagian tengah elektroda.
· Kabel busi dapat pula menyebabkan masalah. Selain bekerja dalam suhu yang tinggi, kabel busi juga diberi muatan listrik dengan voltase yang sangat tinggi. Jika umurnya sudah cukup tua, kabel busi bisa retak. Jika di dekat retakan ada aliran listrik negative (ground) maka akan terjadi hubungan pendek (korslet). Selain mengurangi suplai listrik ke busi, hubungan pendek juga menghasilkan bunga api listrik, yang dapat menimbulkan kebakaran. Memeriksa keretakan yang mungkin terjadi pada kabel busi cukup sederhana. Menggunakan botol penyemprot, (seperti biasa digunakan untuk menyemprotkan pembersih kaca) semprotkan air pada kabel busi, Jika ada retakan pada kabel busi, maka akan terdengar dan terlihat adanya loncatan bunga api listrik ke ground. Pemeriksaan ini akan lebih mudah terlihat jika dilakukan pada malam hari. Pada kebanyakan kabel busi, di dalamnya terdapat inti karbon, yang setelah beberapa lama dapat retak dan menimbulkan celah. Hal ini dapat menimbulkan hambatan dalam menghantar listrik ke busi.
· Sistim kelistrikan berakhir pada busi yang berfungsi menciptakan bunga api untuk membakar campuran gas dalam silinder. Oleh karenanya perlu dijaga agar kerenggangan celah sesuai dengan anjuran pabrik serta bersih dari kerak.
  • [ Tuesday, 16 Oct 2007 - 12 : 27 | 0 comments | 802 views ]


    Gejala yang menyertainya adalah mesin tersendat, mesin susah hidup, atau terjadi letupan-letupan. Pernahkah anda mengalami kondisi sulit menghidupkan mesin kendaraan ...
  • Kenali Penyebab Mobil Mogok
    [ Sunday, 21 Dec 2008 - 7 : 23 | 0 comments | 888 views ]


    Periksalah beberapa bagian mobil untuk mencegah mobil mogok di jalan. Sering kali mobil mogok membuat orang panik. Apalagi jika letak bengkel...
  • Tips Agar Mobil Hemat Bahan Bakar
    [ Saturday, 3 Jan 2009 - 9 : 05 | 0 comments | 998 views ]


    MOBIL yang pemakaian bahan bakarnya jadi lebih banyak dari biasanya menjadi persoalan serius bagi pemiliknya. Apalagi ditambah harga bahan bakar...
  • Waspadai Bahaya Saat Mengisi BBM
    [ Saturday, 21 Mar 2009 - 17 : 38 | 0 comments | 587 views ]

    mengisi bensin Ternyata karena ketidaktahuan kita dapat menimbulkan bahaya tanpa kita sadari. Misalnya saat kita mengisi BBM di pom bensin. Banyak terjadi...
  • Waspadai Mesin Tak Stabil Saat Idle
    [ Wednesday, 2 Jun 2010 - 7 : 29 | 0 comments | 310 views ]

    Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang boros bukan hanya disebabkan oleh gaya berkendara yang tidak tepat, jalan macet, melainkan juga...

EFI – Electronic Fuel Injection pada Motor Oktober

Berbagai macam cara dan usaha yang dilakukan untuk mengurangi kadar gas buang beracun yang dihasilkan oleh mesin-mesin kendaraan bermotor seperti penggunaan BBM bebas timbal, penggunaan katalis pada saluran gas buang, dll. Sebagaimana mesin 2 langkah yang harus digantikan oleh mesin 4 langkah, sistem karburasi manual akhirnya juga akan digantikan oleh sistem karburasi digital.
Sistem injeksi bahan bakar elektronik (karburasi digital) sudah mulai diterapkan pada mesin sepedamotor, perlahan tapi pasti akan menggantikan sistem yang sudah lama bertahan yaitu karburator (karburasi manual).
Karena mesin sepedamotor merupakan kombinasi reaksi kimia dan fisika untuk menghasilkan tenaga, maka kita kembali ke teori dasar kimia bahwa reaksi pembakaran BBM dengan O2 yang sempurna adalah:
14,7:1 = 14,7 bagian O2 (oksigen) berbanding 1 bagian BBM
Teori perbandingan berdasarkan berat jenis unsur, pada prakteknya perbandingan diatas (AFR – Air Fuel Ratio) diubah untuk menghasilkan tenaga yang lebih besar atau konsumsi BBM yang ekonomis.
Karburator juga mempunyai tujuan yang sama yaitu mencapai kondisi perbandingan sesuai teori kimia diatas namun dilakukan secara manual. Karburator cenderung diatur untuk kondisi rata-rata dimana sepedamotor digunakan sehingga hasilnya cenderung kearah campuran BBM yang lebih banyak dari kebutuhan mesin sesungguhnya.
Untuk EFI karena diatur secara digital maka setiap ada perubahan kondisi penggunaan sepedamotor ECU akan mengatur supaya kondisi AFR ideal tetap dapat dicapai.
Contohnya: Pada sistem Karburator ada perbedaan tenaga jika sepedamotor digunakan siang hari dibandingkan malam hari, hal ini karena kepadatan oksigen pada volume yang sama berbeda, singkatnya jumlah O2 berubah pasokkan BBM tetap (ukuran jet tidak berubah).
Hal ini tidak terjadi pada sistem EFI karena adanya sensor suhu udara (Inlet Air Temperature) maka saat kondisi kepadatan O2 berubah, pasokkan BBM pun disesuaikan (waktu buka injector ditambah atau dikurangi). Jadi sepedamotor yang menggunakan EFI digunakan siang atau malam tetap optimum alias tenaga tetap sama.

Perbedaan utama Karburator dibandingkan EFI adalah:
Karburator EFI
BBM dihisap oleh mesin BBM diinjeksikan/disemprotkan ke dalam mesin
Pengapian Terpisah Sistem Pengapian menyatu
Komponen-komponen dasar EFI
Setiap jenis atau model sepedamotor mempunyai desain masing-masing namun secara garis besar terdapat komponen-komponen berikut.
ECU – Electrical Control Unit
Pusat pengolah data kondisi penggunaan mesin, mendapat masukkan/input dari sensor-sensor mengolahnya kemudian memberi keluaran/output untuk saat dan jumlah injeksi, saat pengapian.
Fuel Pump
Menghasilkan tekanan BBM yang siap diinjeksikan.
Pressure Regulator
Mengatur kondisi tekanan BBM selalu tetap (55~60psi).
Temperature Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi suhu mesin, kondisi mesin dingin membutuhkan BBM lebih banyak.
Inlet Air Temperature Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi suhu udara yang akan masuk ke mesin, udara dingin O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.
Inlet Air Pressure Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara yang akan masuk ke mesin, udara bertekanan (pada tipe sepedamotor ini hulu saluran masuk ada diantara dua lampu depan) O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.
Atmospheric Pressure Sensor memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara lingkungan sekitar sepedamotor, pada dataran rendah (pantai) O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.
Crankshaft Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi dan kecepatan putaran mesin, putaran tinggi membutuhkan buka INJECTOR yang lebih cepat.
Camshaft Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi langkah mesin, hanya langkah hisap yang membutuhkan buka INJECTOR.
Throttle Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi dan besarnya bukaan aliran udara, bukaan besar membutuhkan buka INJECTOR yang lebih lama.
Fuel Injector / Injector
Gerbang akhir dari BBM yang bertekanan, fungsi utama menyemprotkan BBM ke dalam mesin, membuka dan menutup berdasarkan perintah dari ECU.
Speed Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi kecepatan sepedamotor, memainkan gas di lampu merah dibanding kecepatan 90km/jam, buka INJECTOR berbeda.
Vehicle-down Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi sepedamotor, jika motor terjatuh dengan kondisi mesin hidup maka ECU akan menghentikan kerja FUEL PUMP, IGNITION, INJECTOR, untuk keamanan dan keselamatan.
Electronic Fuel Injection memang lebih unggul dibanding karburator, karena dapat menyesuaikan takaran BBM sesuai kebutuhan mesin standar.
ECU diprogram untuk kondisi mesin standar sesuai model sepedamotor, di dalam ECU terdapat tabel BBM yang akan dikirim melalui Injector sesuai kondisi mesin standar.
Jika ada perubahan dari kondisi standar misalnya filter udara diganti atau dilepas, walaupun ada pengukur tekanan udara (inlet air pressure sensor) pasokkan BBM hanya berubah sedikit, akhirnya sepedamotor akan berjalan tidak normal karena O2 terlalu banyak (lean mixture).
Tabel ECU standar biasanya tidak dapat dirubah, karena tujuan utama EFI adalah pengurangan kadar emisi gas buang beracun.
Untuk mesin modifikasi memerlukan modifikasi tabel dalam ECU, hal ini dapat dilakukan dengan:
1. Software yang dapat masuk ke dalam memory ECU – hanya dimiliki oleh ATPM atau dealer.
2. Piggyback alat tambahan diluar ECU – bekerja dengan cara memanipulasi sinyal yang dikirim ke Injector untuk membuka lebih lama.
3. Tukar ECU aftermarket yang dapat diprogram tabel memory-nya, sesuai modifikasi, sesuai kondisi sirkuit.

Merawat Transmisi Matik

Saat mengendarai mobil, transmisi otomatis memberi kenyamanan lebih tinggi ketimbang transmisi manual. Kaki dan tangan tidak pegal lantaran tidak menginjak pedal kopling dan harus menggeser tongkat persneling.

Untuk bekerja, transmisi otomatis kovensional (TOK) bergantung pada kondisi fluida dan torque converter. TOK ini memiliki umur pakai yang panjang bisa melampaui 150.000 kilometer. Tapi, akibat kesalahan pemakaian, seperti sering terlambat mengganti oli menimbulkan masalah.

Perawatan transmisi otomotis ini hal yang krusial. Agar terhindar dari masalah, Ricky Ricardo, salah satu pakar transmisi otomatis memberi sejumlah tips perawatan dan penggunaannya.

1. Mengganti oli transmisi pada karter setiap 5.000 km. Ingat, bukan menguras dan hanya penggantian biasa dengan oli yang sesuai.

2. Menguras transmisi otomatis setiap 20.000 km dan mengganti dengan oli yang sesuai jenis transmisi di mobil.

3. Gunakan kick down hanya pada saat diperlukan. Sebaiknya berakselerasi dengan halus, tidak perlu memaksa untuk akselerasi cepat.

4. Gunakan kick down dari pada menggeser-geser tuas transmisi. Tujuannya, untuk menghindari kelupaan menggeser tuas transmisi.

5. Jangan ragu memeriksa transmisi di bengkel ketika mendeteksi masalah walau walau hanya muncul sekali. Dengan deteksi dini, biaya perbaikan yang tidak perlu dapat dihindari. (Sugihendi)

Tips Merawat Transmisi Otomatis


Cara perawatan transmisi otomatis sebenarnya tidaklah sulit seperti yang diperkirakan banyak orang.
Perawatan transmisi otomatis yang dilakukan sama dengan perawatan yang dilakukan terhadap transmisi manual, berupa pengecekan terhadap kualitas minyak transmisi otomatis (hampir sama dengan minyak rem/Automatic Transmission Fluid dan bukan termasuk oli) dan kebocoran dari packing-packing yang ada. Malah sebenarnya lebih simple dari manual.
Namun kualitas minyak untuk transmisi otomatis ini bila dipergunakan sebagaimana semestinya dan tidak ada kebocoran, bisa tahan 50 ribu kilometer sampai 100 ribu kilometer. �Malah sebenarnya bisa sampai 200 ribu kilometer, jelas Agus Susanto Kepala Bengkel PT Hyundai Mobil Indonesia.
Ia mengatakan, kopling transmisi otomatis ini lebih efisien karena berdaya tahan lama dari oli transmisi manual. Kopling ini terendam dalam bak minyak transmisi dan tidak bergesekan langsung. Berbeda dengan transmisi manual dengan sistem kopling kering yang bersentuhan dengan “roda gila�.
Kesan bahwa transmisi otomatis perawatannya sulit dan tidak semua bengkel yang bisa menanganinya adalah memang benar. Tetapi bukankah kalau kendaraan diperlakukan dengan benar dalam artian dirawat dengan baik, maka tidaklah mungkin transmisi akan mengalami kerusakan dengan sendirinya.
“Yang penting kalau kendaraan mengalami mogok dan ketika harus didorong, bagian roda mobil yang digerakkan transmisi tersebut harus diangkat. Tidak boleh menyentuh jalan ketika ditarik,� jelas Kepala Bengkel PT Hyundai Mobil Indonesia tersebut.
Alasannya adalah, pada sistem transmisi otomatis, putaran mesin tersebut dipindahkan untuk memutar roda melalui minyak transmisi yang disemprotkan ke tiap gigi percepatan tersebut. Sedangkan bila ditarik yang terjadi adalah proses kebalikannya, di mana putaran roda akan menghasilkan tekanan kepada katup solenoid yang tertutup karena mesin tidak dihidupkan.
“Yang biasanya rusak adalah seal-seal, dan bila sudah parah pompa minyak transmisi tersebut yang akan rusak,� jelas Agus.

Tergantung Pemakaian
Namun cepat atau tidaknya, baik transmisi otomatis maupun manual tersebut memang tergantung dari pemakaiannya. Bisa saja dari cara membawanya yang kasar, ataupun kendaraan membawa beban lebih.
Karena itu setiap pengemudi sewajarnya mengetahui fungsi-fungsi dari tiap huruf dan angka yang tertera dituas transmisi otomatis tersebut. Misalnya saja angka 1, berarti diperuntukkan bagi tanjakan dan turunan yang sangat curam. Kalau dipakai terus untuk jalur yang datar hanya akan memboroskan bahan bakar saja. Putaran mesin dan kecepatan yang diraih tidak seimbang.
Bila posisi tuas di 2, sebaiknya digunakan bila menghadapi jalan yang menanjak dan menurun yang tidak terlalu curam dan jangka waktu yang agak lama. Sedangkan untuk posisi D ini sama artinya dengan posisi gigi 3, yang diperuntukkan perjalanan dalam kota atau normal.
Untuk menghadapi jalur lurus yang dapat ditempuh dalam kecepatan tinggi serta dalam waktu yang lama dapat mengaktifkan tombol Over Drive (O/D). Gunanya untuk menurunkan putaran mesin yang otomatis dapat menurunkan konsumsi bahan bakar. Posisi ini sama saja dengan gigi 4.
Namun sekarang percepatan transmisi otomatis ini tidak hanya sampai 4 saja, sudah sampai 5 percepatan. Gigi 1, 2, 3, D dan Over Drive. Posisi lain yang harus diketahui kegunaannya adalah posisi N, P dan R. Posisi N ini dapat digunakan ketika berada di lampu merah. Dari posisi D sebaiknya digeser ke posisi N. Sedangkan posisi P ini digunakan ketika memarkirkan kendaraan.
“Mobil tidak akan jalan ketika di starter,� ujar Agus. Fungsi huruf R adalah kependekan dari Reverse, artinya digunakan untuk mundur. (ian)

TIPS BIKIN KINCLONK.

Mudik semakin dekat, bagi pemilik sepedamotor, mungkin servis mesin dan penggantian komponen sudah dilakukan. Jika sebelumnya sudah disodorkan mengenai jadwal serivs ringan, seperti mesin dan soket-soket yang bisa dilakukan sendiri sambil mengisi waktu buka, kini merambah ke bagian luar.

Mungkin dari sisi tampilan perlu diberesi, yakni bodi, kaki-kaki, jok, boks dan helm. Seperti bodi dan kaki-kaki, tak cukup dicuci, perlu dioles dan semprot pakai krim khusus. Bagian-bagian ini pun bisa dikerjakan sendiri sambil ngabuburit. (Tining)

Bodi
Membersihkan bodi motor dibagi dalam tiga tahapan. Pertama, mengangkat jamur dan kotoran dengnan cara dicuci. Jangan pakai sabun colek atau bubuk yang mengandung detergen karena bisa kusam permukaan cat. Gunakan sampo khusus motor. Ketika menggosok, sebaiknya pakai busa halus agar bodi tidak tergores. Lalu, keringkan dengan kain lap sintetis.

Setelah itu, tinggal proses polish atau finishing. Untuk poles bodi yang dicat gunakan cairan yang mengandung silikon. Biasanya dikemas berupa botol semprot. Seperti Turtle Wax keluaran Kit atau Silicon Glaze dari produknya Amway. Selain mengilatkan juga melindungi pori-pori cat.

Jok
Mungkin sudah ada yang mengganti dengan bahan kulit, termasuk bodi diselimuti kulit, khawatir di soal perawatan. Takut rusak atau kusam. Untuk perawatan kulit sekaligus melindungi bisa pergunakan bahan seperti conditioner.

Perawatan ini selain mengangkat kotoran dan jamur juga melindungi kulit dari panas matahari dan hujan. Sehingga bahan kulit kesayangan tidak mudah pecah. Kelembaban juga bisa terjaga.

Helm
Membersihkan helm, sediakan tiga jenis cairan. Untuk mengusir kotoran di visor dan bagian luar helm, bisa pergunakan cairan pembersih kaca. Jika masih ada bercak bisa digosok dengan bahan khusus penghilang noda, tersedia dalam bentuk cairan atau krim.
Untuk mengangkat kotoran pada busa atau kain di dalam helm juga ada cairan khusus. “Seperti Helmet Care Series Foam Cleaner buatan Sunrise. Sangat bagus mengangkat jamur dan memberikan efek wangi,” promosi Yongky Kuswanto, bos pemegang merek Sunrise dari Semarang.
Jika sudah bersih namun pengin wangi, silakan gunakan pengawi khusus helm. Misal buatan MTR .

Boks
Kebetulan motor Anda sudah dilengkapi boks berbahan palstik dengan dasar kulit jeruk. Hindari membersihkan kotaran dengan menggunakan ampelas halus. Bakal merusak kulit jeruk dan memberi efek kusam. Bisa dicuci dengan menggunakan cairan pencuci piring trus dilap pakai kulit sintetis.
Setelah bersih, biar tambah kinclong dan warna hitam ingin rata, oleskan semir sepatu cair di seluruh permukaan boks. Buat boks yang sudah dibungkus kulit, biar lebih kinclong bisa pakai pembersih khusus kulit. Atau boleh juga pakai semir, sesuai warna kulit pembungkus yang ada. Sip kan.

sedikit oot - cukup pakai tang , akselerasi jadi enak




Ingin meningkatkan performa B5 (kode mesin Timor) enggak selalu harus ngeluarin budget gede bro. Cukup bermodal tang saja besutanmu bisa berlari liar. “Cuma mengubah posisi kepala busi agak ke belakang bisa membuat akselerasi lebih enak,” ujar Kuntarto, salah satu Timor-er yang menemukan tips ringan tapi ampuh biar tarikan tunggangan lebih enteng.


Tujuan merubah posisi kepala busi guna memperbesar arus listrik pada busi, sehingga cipratan api jadi lebih besar. Tapi perlu diingat, efek rubah posisi head plug enggak seperti ganti header ataupun pakai open filter. Yang pasti dengan pembakaran lebih bagus, otomatis proses pembakaran bensin akan jauh lebih sempurna ketimbang standarnya.

Efek lanjutannya adalah akibat ledakan bensin yang besar dari busi tersebut, tenaga akan berasa di putaran bawah ataupun atas. Coen a.k.a Kuntarto menambahkan, “Untuk mengubah posisi kepala busi enggak sampai 10 menitan kok!” Maka dari itu, silahkan simak step by step berikut ini.

Step By Step :

1. Siapkan kunci pas pembukan busi, tang dan busi baru. Bisa mempergunakan busi yang lama, hanya saja efeknya enggak terlalu nendang. Lebih enak beli busi baru karena firing elektrodanya belum tercemar. Jadi silahkan pilih deh.

2. Pegang busi dengan tangan kiri dan tang dengan tangan kanan. Saat menarik kepala busi tersebut, posisi ‘mulut’ tang tepat berada di kepala busi tersebut.

3. Tarik perlahan hingga ujung kepala busi tersebut berada di tengah firing elektroda. Tarik dikit aja, enggak perlu banyak tenaga kok. Paling geser 0,5 cm ke belakang.

4. Empat busi lainnya juga harus mempunyai ukuran yang serupa. Untuk menghindari gejala ngelitik dan mesin pincang. Ukur titik jauh dengan menggunakan penggaris agar sama rata di keempat businya.

5. Dan terakhir. Tinggal pasang kembali busi yang sudah dimodifikasi. Rasakan perbedaanya saat injakan gas pertama..., lebih enak bukan. Nah selamat mencoba!

Electric Power Steering



Teknologi memang memberi kemudahan bagi pengguna kendaraan. Termasuk fitur electric power steering (EPS) yang kian menggeser posisi jenis hidraulis. Di era 1990-an, fitur power steering hanya hadir pada mobil-mobil mewah yang beredar di Indonesia. Atau menjadi fitur tambahan pada mobil yang lebih terjangkau. Kala itu, sistem power steering yang digunakan adalah jenis hidraulis.
Namun beberapa tahun belakangan ini, produsen kendaraan melakukan pengembangan sistem yang membantu meringankan putaran kemudi itu. Honda Motor Co., menjadi pabrikan mobil pertama yang mengembangkan dan menggunakan Electric Power Steering (EPS) untuk mobil massalnya yakni pada Honda Acura NSX pada 1993.
Tujuannya meningkatkan efisiensi kerja kendaraan dengan melakukan perubahan proses kerja power steering. Perubahan ini mengalihkan sistem hidraulis ke elektrik.
Alasannya sederhana. Sistem power steering hidraulis memperbesar konsumsi bbm kendaraan. Kebutuhan energi untuk sistem itu dalam beroperasi, lebih besar dari penggunaan AC mobil. Malah sistem hidraulis berada pada posisi ketiga untuk kerugian mekanis yang dialami mobil ketika bergerak. Posisinya di bawah kerugian akibat hambatan udara dan gesekan dengan jalan.
Nah, power steering yang proses kerjanya dibantu arus listrik ini dapat mereduksi pemakaian energi kendaraan yang tidak perlu. Namun memang saat ini belum semua mobil baru yang beredar telah menggunakan power steering elektrik (EPS). Tapi teknologi ini akan menjadi tujuan untuk digunakan semua kendaraan yang beredar di masa datang.
Meningkatkan fungsi
EPS dapat memberi nilai ekonomis lebih baik pada kendaraan dan efeknya selanjutnya adalah penghematan biaya operasional. Selain meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 8%, konstruksi sistem kemudi juga menjadi lebih simpel, ringan dan mudah dipasang.
Dengan begitu dapat mereduksi penggunaan ruang. Pasalnya pompa hidraulis, puli, belt untuk menggerakan pompa, slang pompa ke rumah setir dan pelumas fluida beserta tabungnya seperti yang digunakan sistem power steering hidraulis bisa dieliminasi. EPS juga meminimalisasi perawatan dan potensi kerusakan.
Perputaran setir pun lebih presisi dan responsif karena sistem dapat mengatur besarnya bantuan yang diberikan dan tanpa bising. Terlebih sistem ini juga bisa dikoneksikan dengan fitur elektrik lainnya. Sehingga dapat memberi kesatuan fungsi yang lebih tinggi nilainya. Semisal untuk fungsi safety, performa maupun kenyamanan. Seperti Vehicle Stability Control (VSC), Park Assist, dan lainnya.
Apa saja komponennya?

Umumnya sistem Electric Power Steering (EPS) menggunakan beberapa perangkat elektronik yang sama, seperti:
1. Control Module: Sebagai komputer untuk mengatur kerja EPS.
2. Motor elektrik: Bertugas langsung membantu meringankan perputaran setir.
3. Vehicle Speed Sensor: Terletak di girboks dan bertugas memberitahu control module tentang kecepatan mobil.
4. Torque Sensor: Berada di kolom setir dengan tugas memberi informasi ke control module jika setir mulai diputar oleh pengemudi.
5. Clutch: Kopling ini ada di antara motor dan batang setir. Tugasnya untuk menghubungkan dan melepaskan motor dengan batang setir sesuai kondisi.
6. Noise Suppressor: Bertindak sebagai sensor yang mendeteksi mesin sedang bekerja atau tidak.
7. On-board Diagnostic Display: berupa indikator di panel instrumen yang akan menyala jika ada masalah sengan sistem EPS.


Bagaimana cara kerjanya?
Setelah kunci diputar ke posisi ON, Control Module memperoleh arus listrik untuk kondisi stand-by. Seketika itu pula, indikator EPS pada panel instrumen menyala. Begitu mesin hidup, maka Noise Suppressor segera menginformasikan pada Control Module untuk mengaktifkan motor listrik dan clutch pun langsung menghubungkan motor dengan batang setir.


Salah satu sensor yang terletak pada steering rack bertugas memberi informasi pada Control Module ketika setir mulai diputar. Disebut Torque Sensor, ia akan mengirimkan informasi tentang sejauh apa setir diputar dan seberapa cepat putarannya.
Dengan dua informasi itu, Control Module segera mengirim arus listrik sesuai yang dibutuhkan ke motor listrik untuk memutar gigi kemudi. Dengan begitu proses memutar setir menjadi ringan.


Vehicle Speed Sensor bertugas begitu mobil mulai melaju. Sensor ini menyediakan informasi bagi control module tentang kecepatan kendaraan. Pada kecepatan tinggi, umumnya dimulai sejak 80 km/jam, motor elektrik akan dinonaktifkan oleh Control Module. Dengan begitu setir menjadi lebih berat sehingga meningkatkan safety. Jadi sistem EPS ini mengatur besarnya arus listrik yang dialirkan ke motor listrik hanya sesuai kebutuhan saja.


Selain mengatur kerja motor elektrik berdasarkan informasi dari sensor, Control Module juga mendeteksi jika ada malfungsi pada sistem EPS. Lampu indikator EPS pada panel instrumen akan menyala berkedip tertentu andai terjadi kerusakan.
Selanjutnya ia juga menonaktifkan motor elektrik dan clutch akan melepas hubungan motor dengan batang setir. Namun karena sistem kemudi yang dilengkapi EPS ini masih terhubung dengan setir via batang baja, maka mobil masih dimungkinkan untuk dikemudikan. Walau memutar setir akan terasa berat seperti kemudi tanpa power steering.

Oli Transmisi


Seperti yang sudah diketahui, oli memiliki peranan yang cukup penting dalam kendaraan. Oli pun ada beberapa macam jenisnya, seperti oli mesin, oli transmisi, oli gardan, oli/minyak rem, dan juga oli/ minyak power steering. Khusus untuk oli transmisi dikenal ada dua jenis yaitu oli untuk transmisi manual dan matik.


Perbedaan Peran Oli Transmisi Manual Vs Matic
Ada sedikit perbedaan fungsi antara oli transmisi manual dengan oli transmisi matic (otomatis). Pada transmisi manual oli berfungsi hanya sebagai pelumas yang memuluskan kerja komponen pada mesin saja, sedangkan pada transmisi otomatis, selain bekerja sebagai pelumas, oli juga berfungsi sebagai penghantar dalam mekanisme perpindahan gigi otomatis.

Jadi jika oli transmisi matic terlalu encer atau terlalu kotor, daya lumasnya akan berkurang dan akan menyebabkan oli menjadi cepat panas. Oli yang panas dapat menyebabkan kanvas-kanvas kopling hidrolik dan kanvas rem yang ada di transmisi tersebut cepat aus. Parahnya, kanvas-kanvas tersebut bisa terbakar. Apabila sudah terbakar maka komponen ini tidak bisa lagi meneruskan tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke penggerak roda. Inilah yang bisa membuat mobil mogok.


Ragam Oli Transmisi Matic (ATF)
Pada mobil bertransmisi otomatis, oli yang dipergunakan adalah yang berjenis ATF (Automatic Transmission Fluid). Ada beberapa macam oli jenis ATF, untuk mobil baru umumnya memakai standard DEXRON II/ DEXRON III. Sedangkan untuk mobil yang umurnya sudah tua (tahun 2000 kebawah), harus melihat rekomendasi dari buku panduan pemilik kendaraan bermotor karena masing-masing jenis ATF tidak compatible dengan yang lain. Tapi selama rekomendasi ATF tipenya sama, berarti interchangeable.



Ganti VS Kuras Oli Transmisi??
Untuk mobil bertransmisi otomatis, arti kata ganti dan kuras tidaklah sama. Kalau ganti oli, hanya membuka baut di karter gearbox. Oli yang terbuang hanya oli yang ada di penampungan bawah dari gearbox, total +/- 2-3 liter. Penggantiannya setiap 10.000 km atau setiap 2x ganti oli mesin. Kalau kuras, oli yang di dalam converter (gelondongan didalam gearbox yang bentuklnya mirip donat) ikut dibuang, total +/- 6-8 liter. Menguras oli matic dilakukan dengan alat khusus yang disebut ATF Changer dan dilakukan dengan mesin mobil dalam kondisi menyala. Pengurasan dilakukan setiap 20.000 km.



Model Sealed Transmision
Pengurasan oli pada mobil bertransmisi matic hanya berlaku untuk transmisi mobil yang tidak memberi fasilitas lifetime waranty di gearbox matic-nya. Untuk mobil-mobil keluaran terbaru & CBU, banyak yang sudah tidak memerlukan penggantian oli transmisi karena mobil-mobil ini umumnya menggunakan transmisi dengan model sealed (tidak ada saluran masuk/buang). Tapi apabila mengalami kerusakan, harus mengganti gearbox-nya. Untuk lebih pastinya tanyakan kebengkel resmi apakah ada life warranty atau tidak dan apakah perlu untuk melakukan penggantian/pengurasan oli transmisinya.

Oli transmisi bisa dikatakan tidak mengalami kontak dengan dunia luar. Jadi kalau oli mesin perlu diganti karena banyaknya kotoran dan properti oli yang berubah karena temperatur, oli transmisi hanya butuh diganti/kuras bila oli tersebut sudah mulai kehilangan lubricity dan additivenya. Namun agar kenyamanan menggunakan kendaraan bertransmisi otomatis menjadi maksimal, selalu ganti/kuras oli transmisi sesuai jarak tempuh meskipun kondisi oli terlihat masih bagus. Usahakan juga untuk memeriksa kuantitas oli secara periodik dan apabila terjadi kekurangan bisa segera ditambahkan dengan oli sejenis.

Perlu dijelaskan dulu pengertian sintetik, karena ada yg beberapa pendapat. Ini adalah jenis base oil untuk pelumas: grup I : sulfur > 0,03%, VI 80-120 (udah jarang dipake) grup II : sulfur <0,03%> 120 (proses hydrofinish/hydrocrack/hydroproses) grup IV : PAO grup V : selain yg disebut di atas

Beda pendapatnya, Amerika anggap grup III udah sintetik dan Eropa bilang mineral.
Contoh 1:
Top 1 bilang base oil produk mereka adalah sintetik.
Pertamina bilang Fastron adalah sintetik.
Penamaan versi mereka cenderung bikin rancu karena ada produk sintetik tapi kok ada full sintetik.
Apa artinya sintetik berarti gak full 100%, bagaimana dengan yg semi sintetik?
Kesan-nya ketiga jenis pelumas hanya beda kadar campuran, pdhal memang beda base oil.

Contoh 2:
Shell Helix HX5 15w50 walaupun dari grup III tp tidak ngaku sintetik, Helix HX7 10w40 baru disebut semi sintetik.
Motul 8100 menggunakan base oil ester (grup V) dan disebut sintetik.
Conoco menggunakan hydroclear tapi tidak menyebut sintetik oil, tp sintetik performance.
(hydroclear bukan berarti dibuat dari air tapi semurni air, hydro berasal dari hydrogen untuk cracking)

Kalo saya sih cenderung setuju dengan pendapat/contoh kedua, gak bikin bingung.
Sesuai namanya, sintetik kan berarti sintesa (membuat, mis: PAO) bukan cuma refining/hydroproses.

bedanya oli mineral dengan yg sintetik?
- sintetik lebih murni -> tidak bikin kerak (terutama berasal dari sulfur)
- sintetik lebih tahan panas -> gak cepat encer
- thin film oil strength sintetik lebih kuat -> perlindungan lebih maksimal.

Contoh bagus adalah Shell Helix, dalam botol ada perbandingan kinerja oli mereka.
- Shell Helix Ultra walaupun encer 5w40 tapi proteksi (terutama putaran tinggi) dan performa maksimal,
lebih baik dari Helix HX5 yg 15w50.
- Jangan percaya mitos bahwa dilarang mencampur pelumas beda merek, sekali lagi liat aja kemasan Shell Helix.

Pelumas itu ibarat nasi goreng, enak bukan hanya karena nasinya (base oil) tapi lebih karena bumbunya (aditif)


API service lebih tinggi apakah lebih bagus?

Jawabnya belum tentu, walaupun SAE sama.

Dan klasifikasi API termasuk mudah sehingga semua produk pasti lolos.
saya lebih percaya dengan klasifikasi ILSAC, g banyak produk yang lolos.
Atau dari JASO dan produsen mobil itu, spt MB sheet xxx.x
Bedakan antara oli yg API approved (ada logo donat) dengan yg hanya API exceed.
Artinya kalo approved adalah produsen oli mengirim sampel untuk diuji API, sedangkan exceed adalah produsen oli yang menguji sendiri. Karena untuk memperoleh lisensi API harus bayar, maka gak semua produk approved.

Contoh:
Pertamina hanya mencantumkan logo donat untuk beberapa produk unggulan aja, seperti Fastron sintetik 10w40 ato Prima XP 20w50.
Sainz (cuma punya merek tanpa pabrik) memakai formula generik untuk oli mereka dan tidak approved API buat ngirit.

Pada awalnya memang lebih tinggi API service lebih bagus performanya.
Kemudian sejak API SJ, dst dibuat untuk tujuan peningkatan daya tahan oli dan ramah lingkungan, selain tentunya peningkatan performa. Maksudnya interval ganti oli lebih lama dan tidak menimbulkan ash (bisa menyumbat katalis)

Inget aja nasi goreng, yg enak itu kalo lengkap bumbunya dan pas.
Menambah satu bumbu akan mengurangi rasa bumbu yg lain.
Supaya semua rasa bisa enak dipakelah bahan baku yang bagus, misalkan beras cianjur.
Tambah baso sapi yg enak, jgn asal baso kanji doang.
Buat harian kudu pas antara performa, protection, daya tahan, low ash.
Kalo buat racing kan g perlu tahan lama, yg penting gas pol.

Contoh:
Oli spek racing kadang malah cuma dapet API SH.
Performa oli ini sangat bagus, tapi tidak lolos uji daya tahan (deterjen dan TBN rendah) dan banyak ash dari ZDDP (antiwear aditif) yg dapat menyumbat katalis dalam jangka panjang.

Kapan oli di flush dan diganti

Tergantung jenis oli yang digunakan. Makin bagus oli yang digunakan bisa makin lama interval antara ganti oli. Karena nggak seperti oli mesin yang mesti diganti karena kotor, oli transmisi itu bisa dibilang nggak kontak dengan dunia luar. Jadi kalo oli mesin itu terutama diganti karena banyaknya kotoran dan properti oli yang berubah karena temperatur, oli transmisi hanya butuh diganti bila oli tersebut sudah mulai kehilangan lubricity dan additivenya.

Oli transmisi manual mempunyai 2 fungsi yang berbeda yang agak bertolak belakang. Di satu pihak, dia berfungsi melubrikasi contact surface, sehingga dia harus licin, supaya komponen tidak panas dan aus. Disisi lain ia juga tidak boleh terlalu licin, karena bila terlalu licin akan mengganggu kerja synchronizer, sehingga pemindahan gigi tidak bisa cepat.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
`
ATF itu singkatannya Automatic Transmission Fluid alias cairan untuk transmisi otomatis. Biasanya dipakai juga untuk Power Steering Fluid, dan meskipun jarang tapi ada juga transmisi manual yang pake ATF (contohnya Borg Warner T-6 dari Chevrolet Camaro / Pontiac Firebird)

Jenis oli untuk ATF ada beberapa macam. Meskipun yang baru umunya pake standard DEXRON II/ DEXRON III. Kalo mobil yang lama2 mesti liat rekomendasinya karena masing2 jenis ATF tidak compatible dengan yang lain. Bisa kontaminasi dengan hasil yang amat tidak menyenangkan. Tapi selama rekomendasi ATF typenya sama, berarti interchangeable. Kalo gue seneng ATF Synthetic punya Mobil 1. Tapi bedanya sih nggak akan banyak. Karena fungsi ATF berbeda dengan fungsi Oli transmisi manual yang amat mempengaruhi kualitas shifting.

Tanda-tanda jika oli transmisi sudah harus diganti?

Sulit dikatakan. Tanda2 yang pasti nggak ada. Selain oli kamu diambil sampelnya dan dites nggak ada yang bener2 pasti. Jadi pake interval guideline aja.


Interval penggantian Oli untuk transmisi otomatis sebaiknya lihat rekomendasi masing2 mobil aja. Karena masing2 perusahaan mendesain mobilnya berbeda2.


TEKNOLOGI BUSI




Busi merupakan salah satu komponen penting pada mesin bensin dimana fungsinya untuk membakar campuran bahan bakar dan udara yang telah dikompresikan di dalam ruang bakar. Busi diperkenalkan pertama kali pada 2 pebruari 1839 oleh Edmond Berger. Sedangkan busi untuk motor dibuat oleh Albert Champion tahun 1904.

Seiring dengan perkembangan teknologi, tuntutan akan api berkualitas mutlak dibutuhkan, oeh karena itu spesifikasi busi mengalami evolusi yang cukup signifikan. Untuk itu selalu dianjurkan menggunakan busi sesuai dengan kebutuhan mesin agar tenaga yang oleh mesin dihasilkan dapat maksimal.

Saat ini banyak ditemukan macam-macam busi, secara fisik jelas kita dapat melihat dari perbedaan bentuk elektroda, macam bahan yang digunakan ataupun jenis busi berdasarkan pemakaian yang ditulis dalam bentuk kode busi.

Bentuk Elektroda
Awalnya hanya busi menggunakan model roof electrode (satu kaki) tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka sekarang banyak busi yang memiliki model side electrode (dua kaki), multi-pole electrode (3 kaki), open electrode (tanpa kaki) bahkan kini tercipta busi dengan model electrode central (busi jarum). Semuanya dibuat untuk kebutuhan yang disesuaikan dengan kendaraan kita.

Material (bahan) dan Desain
Duulunya busi menggunakan bahan dari tembaga, dan kini mulai menggunakan bahan yang berkualitas tinggi seperti perak, emas dan platinum (emas putih) yang konon dianggap paling baik sebagai penghantar dibanding bahan yang lain.

Tipe Busi
Berhati-hatilah jika ada hendak membeli busi, pastikan busi yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan anda. Memilih busi tidak dlihat dari tempat dimana kita tinggal, kalau kita tinggal di daerah pegunungan enaknya menggunakan busi tipe busi dingin atau busi panas???


Jika kendaraan yang kita pakai sering dipakai kecepatan tinggi atau menyala non stop, maka kita pakai busi tipe dingin. Soalnya busi tipe ini sangat cepat melepas panas yang merembet dari ruang bakar menuju bodi mesin. Ciri-ciri busi tipe ini adalah memiliki insulator pendek.
Sedangkan untuk busi tipe panas akan menyiman panas lebih lama sehingga busi ini cocok digunakan untuk harian atau mesin menyala secara berkala. (stop & go).ciri-cirinya memiliki insulator yang panjang



Busi juga memiliki peran penting dalam efisiensi bahan bakar, selain cara mengemudi yang benar, kondisi ban serta bobot kendaraan dan pengendara. Jika kita memilih busi yang benar maka tenaga mesin akan bertambah
Secara umum, sekarang ini jenis busi ada dua macam sesuai bentuknya. Busi berelektoda dan yang high performance, masing-masing mempunyai karakteristik dan kode-kode yang berbeda dan tertera pada lapisan keramik busi yang menunjukkan tipenya. Biasanya dianalogikan dengan panas dan dingin. Seperti NGK, misalnya angka 1-8 berkarakter panas, sedang 9 - 14 menandakan busi dingin. Kebalikan dengan busi Bosch, angka besar menunjukkan panas dan angka kecil dingin.
Nah, jika sudah memahami angka, kini celah antara side electrode dan center electrode. Maksudnya gap (kerengangan) dan panjang ulir secara keseluruhan. Tujuannya agar kepala busi tidak bersentuhan dengan piston saat dalam konsisi TMA (Titik Mati Atas). "Paling tidak, jarak antara elektrodenya 0,8 sampai 1 mm
Selain celah, perlu diperhatikan juga bahan di center electrode. Ada 4 macam dengan material beragam. Mulai dari copper, silver, platinum dan iridium. Saat ini yang lagi tren berbahan dasar iridium yang elektroda tengahnya berbentuk jarum.
Untuk membedakannya secara lebih spesifik, bisa dengan metode menghubungkan kabel positif dan negatif multi tester ke belah sisi ujung busi. Jika angka menunjukkan 4,7 - 5,2 ohm, artinya busi iridium atau beresistor. jika didapat dapat angkanya di bawah itu berarti busi non-resistor.
Kemudian busi jenis high performance yang tonjolan elektrodanya di tengah tidak tampak. Karakteritis busi ini lebih dingin dari iridium biasa.Penggunaannya khusus buat mobil-mobil yang berkompresi sangat tinggi dan di bawah pengaruh boost turbo.
Keunggulan busi iridium antara lain, bahan baku yang digunakan oleh busi iridium adalah nikel, selain bahan yang berkualitas tinggi, busi iridium juga memiliki diameter elektroda yang lebih kecil dibanding busi biasa, yakni 0,4 mm. Akibatnya, ledakan bunga api bisa terfokus disatu tempat dan dengan kekuatan yang lebih tinggi. Bagian inti elektroda busi iridium juga biasanya disambung dengan menggunakan las laser.

Mari Kita Ciptakan Sistem Yang Baik


Maraknya penerapan sistem manajemen mutu di berbagai bidang merupakan wujud dari keinginan kita untuk maju. Seperti halnya dibidang pendidikan, dewasa ini banyak lembaga pendidikan di Indonesia telah mengadopsi sistem ini. Sungguh sangat menggembirakan karena dengan diterapkannya sistem manajemen mutu di bidang pendidikan setidaknya akan memberikan suatu pencerahan bagi sistem pendidikan di Indonesia. Pelayanan akan lebih diutamakan, khususnya bagi Siswa atau Mahasiswa yng notabene adalah sebagai pelanggan.

Banyaknya bermunculan sekolah internasional maka mau tidak mau mereka akan mengadopsi sistem manajemen mutu sebagai standar internasional. dengan demikian mutu hasil pendidikan akan semakin terjamin dan yang pasti tingkat pendidikan bagi penduduk di Indonesia akan mulai terangkat.

ISO sendiri kepanjangan dari International Organization for Standardization. Intinya adalah bahwa ISO 9001 ini merupakan salah satu dari beberapa Quality System yang ada di dunia ini dan fungsi dari ISO 9001 quality system ini adalah memberikan guidelines (ISO 9001:2000) dalam menerapkan sistem manajemen mutu bagi suatu organisasi. Dengan menerapkan kaidah2/elemen2 dalam ISO 9001 maka diharapkan bahwa organisasi tersebut telah memiliki suatu sistem baku yang menjamin bahwa produk yang dihasilkan adalah konsisten (bedakan hal ini dalam pengertian kualitas produk). Organisasi yang menerapkan ISO 9001 bukan berarti kualitasnya adalah kelas 1 tapi yang diharapkan adalah bahwa organisasi yang menerapkan ISO ini dapat men deliver produknya secara kontinu dengan kualitas yang standar (tidak berubah-ubah). Jadi kalo saya memberikan sistem pengajaran kepada siswa dengan kualitas A maka tahun ajaran yang akan datang tetap menggunakan sistem pengajaran kualitas akan tetap A (konsisten)

lumayan ribet sih... tapi hasil yang kita dapatkan benar-benar dapat diandalkan..

Teknologi Penghemat Bahan Bakar (2)

Ada berbagai macam cara dan teknologi digunakan org utk menghemat BBM kendaraan bermotor, menyangkut aspek baik kuantitas maupun kualitas. Namun dari semuanya, ada 3 cara ekstrim dan 3 perlakuan teknologi (technology treatment) yg banyak digunakan.

CARA EKSTRIM

mengganti jenis BBM [premium, pertamax, etc].mengganti karburator (carburetor).
mengganti kumparan penyalaan (ignition coil) [biasanya disertai dgn penggantian CDI (capacitor discharge ignition) yg berfungsi sbg contact interruptor | breaker thdp koil, kontak elektrik pengganti kontak mekanik pd kendaraan lama].

Cara ekstrim ini tak akan dibahas disini, dan diluar konteks tulisan ini. Dan harap dibedakan antara penghematan BBM dan peningkatan tenaga mesin. Meski dua hal ini berbeda tapi ada kaitannya atau hubungannya, dan tak dibahas dulu disini.


PERLAKUAN TEKNOLOGI (TECHNOLOGY TREATMENT)

didalam tanki BBM, atau thdp BBM itu sendiri, berdampak thdp komposisi BBM atau kadar oktan (octan rating).
pd selang BBM, antara tanki BBM dan karburator, berdampak thdp aliran arus BBM (fuel current flow).
pd kabel busi, antara koil penyalaan (ignition coil) dan busi (bougie, sparkplug), berdampak thdp percikan (spark) elektroda busi dan pembakaran BBM (fuel combustion).

Obyektiv, tujuan atau sasaran akhir dr perlakuan teknologi ini adalah kehematan BBM (fuel efficiency) dalam pembakaran didlm kamar bakar (combustion chamber), yakni bagian paling atas silinder mesin dimana BBM dibakar dan diledakkan oleh percikan busi, yg dlm kaitannya dgn teknologi mesin otomotiv dinamakan efisiensi termal (thermal efficiency).


EFISIENSI BBM


Efisiensi BBM adalah persentasi rasio kuantitas energi mesin dihasilkan oleh pembakaran BBM krn percikan busi dan kuantitas energi BBM disediakan utk pembakaran tsb dan kuantitas tenaga panas dihasilkan tenaga listrik digunakan dlm pembakaran tsb.

Jika kita rumuskan, maka kesetaraan proses aksi-reaksi diatas adalah sbb.

Q in = Q out

kuantitas masukan tenaga = kuantitas keluaran tenaga
kuantitas tenaga kimiawi kuantitas tenaga listrik = kuantitas tenaga gerak kuantitas tenaga panas
uap campuran BBM dan udara percikan busi = gerak mesin panas

Artinya, tak 100% BBM berhasil diubah mesin menjadi gerakan utk menggerakkan kendaraan, melainkan dlm prakteknya hanya sekitar 70%, dimana sisanya diubah menjadi panas.

Secara umum, dalam pengertian teknik, efisiensi (efficiency) atau kehematan, adalah rasio atau perbandingan antara hasil (result) dan upaya (upaya), atau antara keluaran berdayaguna (effective output) dan masukan (input), dalam satuan (unit) sama, yang dinyatakan dalam persentasi (%), yang bila dirumuskan dalam formula adalah sbb.

efisiensi = kehematan = keuntungan
efisiensi = efikasi / kuantitas input x 100 %
efisiensi = (kuantitas aktual - kuantitas redundansi) / kuantitas input x 100 %
efisiensi = kuantitas output efektiv / kuantitas input x 100 %
efisiensi = kuantitas tenaga gerak mesin / kuantitas tenaga kimiawi BBM x 100%

Jadi jika kuantitas output efektiv samadengan kuantitas input, maka efisiensi 100%. Sedangkan, jika kuantitas output efektiv lebih-kecil daripada kuantitas input, maka efisiensi dibawah 100%. Sebaliknya, jika kuantitas output efektiv lebih-besar daripada kuantitas input, maka efisiensi diatas 100%, dimana berdasarkan pd hukum konservasi energi, nilai ini tak mungkin dicapai dlm suatu sistem tertutup (closed system).

Krn kuantitas tenaga kimiawi BBM yg berhasil diubah mesin menjadi tenaga gerak mesin hanya sekitar 70%, dimana sekitar 30% diubah menjadi tenaga panas, berarti efisiensi mesin hanya sekitar 70%. Dan karena tenaga panas sbg dampak sampingan ini hampir tak dpt ditiadakan, maka mesin dgn efisiensi 70% sdh dikatakan cukup efisien.

Jika efisiensi mesin 100% tak dpt dicapai, maka bagaimana caranya meningkatkan efisiensi mesin agar "mendekati" 100%? Misalnya, 80% atau 90%, atau kalau bisa 99%.

Berdasarkan pd rumusan diatas, efisiensi bisa diperbesar atau ditingkatkan dengan dua cara, yaitu memperkecil kuantitas input pada kuantitas output efektiv tetap, atau kebalikannya, memperbesar kuantitas output efektiv pada kuantitas input tetap.

Dari uraian diatas, efisiensi thermal [themodinamik] mesin kendaraan bermotor berBBM didefinisikan sbb.


EFISENSI TERMAL


Relasi termodinamik menunjukkan bahwa efisiensi termal (thermal efficiency TE, Et) siklus Otto dlm sistem mesin motor bensin adalah, persentasi perbandingan kuantitas tenaga mekanik keluaran (mechanical energy quantity output) dan kuantitas tenaga panas masukan (heat energy quantity input), yg bila dijabarkan secara matematik fisika berdasarkan hukum termodinamika adalah sbb.

TE = W / Q1 x 100% = [(Q1 - Q2) / Q2] x 100% = [1 - Q2 / Q1] x 100%

dimana,
Q1, quantity of heat energy input (kuantitas tenaga panas masukan)
Q2, quantity of heat energy output (kuantitas tenaga panas keluaran)
W, work (kerja) | quantity of mechanical energy output (energi mekanik keluaran | tenaga mesin dihasilkan).
TE, thermal efficiency (efisiensi termal)

Jika W = Q1 atau Q2 = 0 alias nol, maka efisiensi 100%! ... Suatu efisiensi ideal utk kendaraan bermotor berBBM!

MENCARI SOLUSI EFISIENSI

Tlh dijabarkan sebelumnya bahwa, efisiensi termal mesin adalah, persentasi perbandingan kuantitas tenaga mekanik keluaran (mechanical energy quantity output) dan kuantitas tenaga panas masukan (heat energy quantity input).
TE = [1 - Q2 / Q1] x 100%

dimana,
Q1, quantity of heat energy input (kuantitas tenaga panas masukan)
Q2, quantity of heat energy output (kuantitas tenaga panas keluaran)


Jika Q2 = 0 alias nol, maka efisiensi 100%!


Pd kebanyakan mesin kendaraan bermotor berBBM, kuantitas BBM via percikan busi yg berhasil diubah mesin menjadi gerakan mesin hanya sekitar 70%, dan sisanya sekitar 30% terbuang sbg panas, berarti efisiensi hanya sekitar 70%. Dan karena panas buangan sbg dampak sampingan ini hampir tak dpt ditiadakan, maka mesin dgn efisiensi 70% sdh dikatakan cukup efisien.

Krn dlm prakteknya efisiensi 100% tak dpt dicapai, lantas bgmn caranya meningkatkan efisiensi mesin agar "mendekati" 100%? Misalnya, 80% atau 90%, atau kalau bisa 99%. Pd bbrp jenis kendaraan bermotor berBBM produk mutakhir, efisiensi sdh mencapai sekitar 9, tp efisiensi ideal 100% masih tetap sbg impian.

Berdasarkan pd rumusan diatas, efisiensi bisa diperbesar atau ditingkatkan dengan dua cara, yaitu memperkecil kuantitas input pada kuantitas output efektiv tetap, atau kebalikannya, memperbesar kuantitas output efektiv pada kuantitas input tetap.

Dan dr dua cara teoritis tsb, efisiensi termal mesin dpt ditingkatkan dgn bbrp cara praktis, al.

meningkatkan rasio kompresi (comression ratio) mesin, lbh besar drpd 9, dan ini berkaitan dgn kadar oktan BBM krn munculnya bunyi yg disebut ketukan (knocking) dlm mesin [akan dibahas kemudian].
meningkatkan suhu penyalaan dan pembakaran (ignition and combustion temperature) via peningkatan tegangan elektroda busi, dgn cara mengganti koil penyalaan (ignition coil) atau menambahkan SPB (spark-plug booster) antara koil dan busi, dan mengganti busi dgn yg lbh tahan panas.
meniadakan endapan kerak arang|karbon dlm ruang silinder mesin, dgn cara meningkatkan pembakaran menjadi lbh sempurna, al via cara 2.
melapisi permukaan metal mesin dgn bahan gel anti-friksi [minimasi friksi].
meningkatkan nilai kekentaan|viskositas oli | minyak pelumas, dgn mengganti pelumas dgn yg memiliki viskositas lbh kental pd suhu tinggi [tapi tentu dgn harga lbh mahal].
meningkatkan kadar oktan bahanbakar, shg tak terjadi penyalaan-dini (pre-ignition) yg menimbulkan letupan (detonation) dan ketukan (knocking) pd mesin, dgn cara mengganti bahanbakar dgn yg memiliki kadar oktan lbh tinggi [tapi tentu dgn harga lbh mahal]. Misalnya, mengganti Premium dgn Pertamax.
melumasi dgn baik seluruh bagian bergerak | mekanisme kendaraan, dan memelihara agar tekanan angin ban selalu pd ukuran tepat [ini juga minimasi friksi].
mengatur agar rasio uap BBM dan udara adalah ideal, dgn cara mengoptimasikan proses percampuran (mixing) antara uap BBM dan udara dlm karburator, dan penyemprotan uap campuran ini ke silinder mesin.
mengotimasikan aliran arus BBM dr tanki ke karburator.


KADAR OKTAN BBM

Didefinisikan sbg persentasi volume iso-oktana (iso-octane: C8H18) [2.2.4 trimethyl pentane] dlm campuran iso-oktana dan hepatna normal (normal heptane: C7H16), yg mana setara dgn BBM dlm karakteritik ketukan (knocking) dibawah kondisi tes tertentu. Makin tinggi kadar oktan BBM makin besar anti-ketukan (anti-knocking), dan makin mahal harga BBM. Pertamax memiliki kadar oktan lbh tinggi drpd Premium.

KETUKAN (KNOCKING)

Istilah yg digunakan utk menyatakan buyi yg terjadi dlm mesin motor bensin (petrol internal combustion engine) sbg akibat ledakan tak diinginkan dlm kamar bakar (combustion chamber) atau bahkan silinder (cylinder), dimana uap | gas campuran BBM dan udara meledak lebih awal krn tekanan tinggi (high pressure) dan suhu tinggi (high temperature) sebelum percikan listrik busi terjadi, shg terjadi pembakaran pra-penyalaan (pre-ignition combustion).


Teknologi Penghemat Bahan Bakar (1)




Jika anda berupaya menghemat BBM kendaraan dgn cara mengurangi catu (supply) BBM dr karburator ke mesin tanpa menggunakan alat penghemat BBM, maka ini adalah tindakan konyol, krn kuantitas BBM dibutuhkan mesin utk menghasilkan dorongan (thrust) menurun, shg tenaga mesin pun menurun, kendaraan tak memiliki cukup tenaga tarikan utk maju, suhu mesin pun menjadi lbh panas, tp tenaganya bodong. Lain drpd itu, mesin sering mati, dan lbh cepat rusak.

Hukum fisika, thermodinamika, aerodinamika dan hidrodinamika, membuktikan bahwa, makin besar dorongan (thrust) dibutuhkan suatu kendaraan berBBM, makin banyak kuantitas BBM dibutuhkan utk menghasilkan dorongan tsb. Kendaraan dgn unjukkerja tinggi (high performance) yg dirancang utk kelajuan (speed), bertubuh ramping dan dgn pengendara dan penumpang minimum, dgn sendirinya memiliki konsumsi BBM lbh banyak drpd kendaraan yg dirancang utk tampungan angkut (load capacity), bertubuh besar dan mampu mengangkut banyak orang dan barang. Ini menjelaskan knp spdmotor dan mobil model sport atau balap dan pesawat tempur lbh boros dlm BBM, ketimbang spdmotor underbound, mobil bus, dan pesawat airbus.


BERAPA PERSEN EFISIENSI?

Sejak keberadaan kendaraan bermotor berBBM (bahanbakar minyak, fuel) [bensin, gasoline; petroleum, termasuk solar], sdh banyak org berpikir dan berupaya mengirit pemakaian BBM yg digunakan mesin. Lantas apakah usaha ini berhasil??? Jawabnya, tentu ada yg gagal dan ada yg berhasil! Lalu brp persenkah penghematan BBM yg dpt dilakukan? Jawabnya beragam, dr 10% s/d 100%, bergantung pd cara dan alat digunakan.

Memang banyak produsen yg mengklaim bahwa alat penemuan mereka bisa menghemat BBM s/d sekian persen, tp dlm prakteknya kebanyakan hanya berkisar antara 10% s/d 30%, atau rata2 hanya 20%, dan bahkan ada yg 15% saja. Namun tak tertutup kemungkinan bahwa tlh ditemukan teknologi baru yg bisa menghemat BBM diatas 30%.

Lantas, berapa mahalkan alat penghemat BBM tsb? Harganya rata2 cukup mahal, sekarang [2007] berkisar antara Rp 200 ribuan s/d 2 jutaan. Apakah alat ini layak utk dibeli, krn harganya jauh lebih mahal drpd harga per liter BBM itu sendiri? Jawabnya, utk jangka-pendek (short-term) tentu tidak, tp utk jangka-panjang (long-term), perbandingan biaya thdp manfaat (cost to benefit ratio) investasi ini cukup berarti (significant).


ILUSTRASI KONSUMSI BBM


Sbg ilustrasi, mari kita kaji estimasi berikut ini.

Jika anda menggunakan spdmotor dan konsumsi BBM anda per hari rata2 adalah 2 liter [nilai ini hanya utk menggampangkan perhitungan saja], dimana sekarang utk Premium Rp 4.500/ltr [sbg contoh saja], maka berarti Rp 9.000/hari. Sebulan, jika dihitung 30 hari, maka biaya anda keluarkan utk BBM adalah 30 x Rp 9.000 = Rp 270.000/bulan, dan setahun, 12 x Rp 270.000 = Rp 3.240.000/tahun.

Jika anda menggunakan mobil dan konsumsi BBM anda per hari rata2 adalah 20 liter [nilai ini hanya utk menggampangkan perhitungan saja], dimana sekarang utk Premium Rp 4.500/ltr [sbg contoh saja], maka berarti Rp 90.000/hari. Sebulan, jika dihitung 30 hari, maka biaya anda keluarkan utk BBM adalah 30 x Rp 90.000 = Rp 2.700.000/bulan, dan setahun, 12 x Rp 2.700.000 = Rp 32.400.000/tahun.

Jika anda menggunakan alat pengirit BBM dgn kemampuan irit rata2 12%, maka anda menghemat, utk spdmotor, 12% x Rp 3.240.000 = Rp 388.800/tahun, dan utk mobil 12% x 32.400.000 = Rp 3.880.800/tahun.

Sedangkan jika anda menggunakan alat pengirit BBM dgn kemampuan irit rata2 20%, maka anda menghemat, utk spdmotor, 20% x Rp 3.240.000 = Rp 648.000/tahun, dan utk mobil 20% x 32.400.000 = Rp 6.480.000/tahun.

Penghematan ini tentu lbh tinggi bila ternyata alat penghemat BBM tsb mampu menghemat diatas 20%, atau bahkan 30%. Sedangkan utk rerata 15% saja anda sdh berhemat banyak.


COST TO BENEFIT RATIO (CBR)


Jadi, jika anda menggunakan spdmotor dan membeli alat pengirit BBM seharga Rp 200 s/d 300 ribu, yg tahan utk setahun, maka anda tdk rugi. Demikian juga, jika anda menggunakan mobil dan membeli alat pengirit BBM seharga Rp 2 s/d 3 juta, yg tahan utk setahun, maka anda juga tdk rugi. Dan anda akan jauh lbh untung bila ternyata alat tsb bisa menghemat lbh drpd 12% dan tahan lbh drpd setahun. Dan angka2 ini akan jauh lbh berarti kalau konsumsi BBM anda lbh banyak drpd ilustrasi diatas, dan juga bila anda menggunakan BBM yg lbh mahal drpd Premium.

Lain drpd itu, bbrp alat pengirit BBM memberikan akibat sampingan (side effect) positiv thdp mesin, yakni, bahwa mengurangi kadar gas karbon, baik CO2 (carbon dioxyde) maupun CO (carbon monooxyde), shg mesin menjadi lbh bersih, krn mengurangi endapan kerak arang dlm mesin, dan sekaligus menghasilkan gas buang yg lbh bersih, shg knalpot juga lbh bersih.

TIPS Perawatan Sistem Pendingin Mesin

Sistem pendingin merupakan bagian vital pada kendaraan kita. untuk itu perlu untuk di cek secara berkala. Perhatian terhadap komponen sistem pendingin lainnya juga perlu agar mesin selalu dalam kondisi prima. berikut tipsagar sistem pendingin tidak bermasalah

1. Flush dan ganti coolant secara teratur. Kualitas dan jenis coolant yang dipakai sangat menentukan keawetan mesin, dianjurkan memakai Extended Life Coolant (ELC) atau Surfactant Coolant (SC), beberapa produk coolant dijual siap tuang.

2. Hindari menggunakan air ledeng atau air sumur untuk mengisi radiator. gunakan aquadest yang dicampur dengan coolant sebagai inhibitor (pencegah karat dan kerak). Pemakaian aquadest saja tak dapat mencegah timbulnya karat.

3. Gunakan Radiator Coolant yang bermutu baik, dan pakai sesuai anjuran.

4. Ganti tutup radiator setiap 4 - 5 tahun, kerusakan tutup radiator menyebabkan tidak dapat melepas kelebihan tekanan sehingga akan merusak cylinder head gasket dan kepala radiator, gunakan tutup radiator original.

5. Ganti thermostat setiap 5 tahun, jika tetap akan menggunakan thermostat bersuhu lebih rendah dari anjuran pabrik, jangan lebih dari 5ºC perbedaannya. Ingat, thermostat jangan dilepas.

6. Periksa kinerja motor fan atau visco fan.

7. Ganti waterpump apabila sudah terdeteksi terjadi kebocoran atau aliran air lemah.

8. Jika radiator yang berbahan plastik pecah/retak, ganti dan gunakan radiator head original, jangan mengganti dengan bahan kuningan, karena jika terjadi over-pressure, maka komponen mesin lain akan dapat pecah atau retak

9. Pemakaian Radiator coolant untuk mesin diesel sebaiknya memakai jenis Extended Life.

sistem pendingin mesin

Sistem pendingin mesin ada 3, yaitu melalui Air pendingin ( radiator), Udara dan Minyak pelumas, peran radiator dalam sistem pendingin mesin sangat penting. Seiring dengan waktu, radiator pun bisa bocor. Penyebab utamanya karena korosi atau karat ataupun terjadinya Krak sehingga aliran air terhambat. Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tingginya tekanan air di radiator. Karat bisa timbul kalau air radiator kotor, sedangkan Krak bisa juga karena pemakaian Coolant yang kurang bagus atau air yang digunakan adalah air ledeng/ pam atau air sumur. Penggantian secara berkala dengan air yang steril dapat meminimalisasi kemunculan karat/ krak.

Sistem pendingin air terdiri dari beberapa komponen, yaitu water jacket, pompa air, radiator, thermostat, kipas, dan selang air. Secara sederhana, mekanisme kerja sistem pendingin mesin mobil bisa dibagi menjadi dua, saat mesin dalam kondisi dingin dan panas. Bila mesin masih dalam keadaan dingin, pendingin diberi tekanan oleh pompa air dan bersirkulasi. Saat itu thermostat masih tertutup, sehingga cairan bersirkulasi melalui selang bypass dan kembali ke pompa air.

Radiator Radiator

Radiator Cooling System & Cap radiator & Vacuum Valve

Lain lagi kalau mesin dalam keadaan panas. Setelah mesin menjadi panas, thermostat terbuka dan katup bypass tertutup dalam bypass sirkuit. Cairan yang bersuhu panas di dalam water jacket menyerap panas dari mesin kemudiann disalurkan ke radiator. Di radiator, cairan panas tersebut didinginkan dengan kipas dan putaran udara karena gerak maju kendaraan. Cairan yang bersuhu normal kemudian disalurkan kembali oleh pompa air ke water jacket.

Peranti radiator berfungsi mendinginkan cairan yang telah panas, setelah melalui water jacket. Radiator terdiri dari tangki air bagian atas (upper water tank), bagian bawah (lower water tank) dan radiator core pada bagian tengahnya. Cairan pendingin masuk ke upper tank dari selang atas (upper hose). Bagian tangki atas dilengkapi dengan tutup radiator (Cap ) untuk menambah air pendingin. Selain itu juga dihubungkan dengan slang ke resevoir tank sehingga air pendingin atau uap yang berlebih dapat ditampung. Khusus tangki bagian bawah dilengkapi dengan outlet dan keran penguras.

Untuk mendapatkan efek pendinginan yang lebih baik, maka perbedaan suhu antara udara luar dengan suhu air pendingin dalam radiator haruslah besar, dengan mempergunakan tutup radiator. Didalam tutup radiator terdapat relief valve atau klep relief dan vacum valve atau klep vakum yang mengatur agar tekanan dalam radiator tidak lebih dari 1 atmosfeer (atm) dan air mendidih dalam radiator diatas 100oC
Relief valve atau klep relief mempunyai fungsi untuk membuang kelebihan tekanan dalam radiator, bila telah melewati batas tekanan yang ditentukan oleh pabrik. Sedangkan vacuum valve atau klep vakum mempunyai fungsi untuk menyamakan tekanan di dalam radiator dengan tekanan udara luar, apabila suhu air pendingin dalam radiator turun sampai dibawah titik didihnya

Air Radiator Berkurang
Saat pulang dari Field Break kemaren ketika memeriksa Air radiator ternyata kondisi air di dalam radiator berkurang, dan langsung saja radiator saya tambahkan air hingga penuh lalu tepian radiator saya bersihkan, setelah bersih dan mesin dinyalakan ternyata ada rembasan pada Klem radiator yang menghubungkan Plastik/Fiber dengan kisi-kisi radiator ( Heat Sink ), karena tak mau ambil resiko saat digunakan atau selama dalam perjalanan, maka kendaraan saya bawa ke Bengkel Radiator yang memang sudah menjadi langganan saya sejak tahun 1997.


Radiator Radiator

Kebecoran Radiator ( ada Rembesan Air ) & Pelepasan radiator dari Frame

Kembali ke masalah radiator tadi, setelah sampai di Bengkel radiator diidentifikasi penyebab kebocoran diusulkan oleh montir untuk dibongkar dan diganti Penutup Bagian atas ( cover ) yang kebetulan terbuat dari Plastik/ Fiber, dan dia menyarankan untuk diganti yang kebetulan cover tersebut sudah dia buat dari kuningan dan ready stock, tapi perlu dimodifikasi lagi untuk tutup radiator karena terlalu pendek ( tidak sama dgn originalnya Hyundai ).
Dalam Hal Penggantian Cover dari Plastik ke Kuningan, memang ada perbedaan presepsi dalam hal ini, ada yang menyarankan agar tetap Plastik sehingga bila terjadi Overpressure yang kalah adalah Plastiknya ( Plastik Pecah ), tapi bukankah kuningan juga disolder ( dipatri ), jadi bila ada masalah overpressure maka solderannya juga akan pecah....? dan dibagian bawah juga masih orisinil terbuat dari plastik bila terjadi juga pressure maka yang diharapkan pecah duluan dibagian bawahnya ( ngak la ya ....?? pressure yg tinggi khan dibagian atas ).....atau Tutup radiator yg melompat bila tekanan radiator lebih dari 1,0 Kg/cm3 ( Cap range : 0.9 ), nah alasan ketiga ini yang memungkinkan saya untuk mengambil kesimpulan bahwa penggantian cover atas radiator dengan bahan dari kuningan.

Pelepasan radiator pun dilakukan oleh Montir, dan tingkat kesulitan dalam pelepasan radiator ini cukup lumayan karena harus melepas cover/ tanduk bagian depan dari kendaraan, sembari diguyur hujan tetep aja pelepasan radiator bisa berjalan sesuai rencana, dan saya tak perlu kecewa karena ternyata kijang Inova pun casenya sama dengan Hyundai Santa Fe, cover depan harus dibuka juga....hehehehe....!!

Setelah semua dibuka dan Cover Fiber dari Radiator dibuka ditemukan adanya retak pada Cover, dan selanjutnya sesuai dengan rencana cover plastik/ Fiber diganti dengan Cover Kuningan Made in ” Subur Radiator ”.
Setelah dilakukan Overhaul dan pembersiahan terhadap semua kisi radiator dengan alat yang sederhana, maka pemasangan coverpun dilakukan dan hasilnya lumayan bagus dan kuat, dan setelah dilakukan pengetesan kebocoran radiator setelah perbaikan dan hasilnya tidak ada kebocoran maka radiator siap untuk dipasang kembali.
Saya memang tak berani garantee seberapa kuatkah radiator yang di rekondisi, tapi berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami sampe 2 tahun belum ada masalah pada radiator yang diperbaiki atau direkondisi, hingga pada akhirnya mobil tersebut saya jual.
Untuk kali ini mungkin akan saya amati, berapa lama akan bertahan, Insya Allah tentunya.


Radiator Radiator

Unit Radiator yang sudah dilepas & Pembersihan Sirip Pendingin

Kenaikan temperature lebih dari setengah scale

Hal-hal yang perlu anda perhatikan, kendaraan anda sering terjadi kenaikan temperatur pada mesin lebih dari setengah :
1. Periksa Air didalam radiator apakah Berkurang....? kalau berkurang cukup segnifikan berarti ada kebocoran ==> Periksalah setiap joint Connection Radiator ( Klem, Penutup Drain, Tutup Radiator dsb ) dan periksa apakah ada retak atau kebocoran pada kisi radiator ==> agar intensif bawalah ke bengkel Radiator terdekat.

2. Kalau tidak terjadi pengurangan pada air radiator, ada hal yang perlu diperhatikan ;

a. arah Periksa Arah putaran Fan Radiator dengan menggunakan Tissue putaran fan harus ke arah mesin jangan sampai terbalik. Kalau terbalik coba balik connection cable yang ke arah Fan, setelah dibalik maka putaran Fan akan kebalikan dari putaran pertama tadi.

b. Kalau Periksalah Fan Radiator tidak bekerja atau On saat termostart bekerja Fuse atau Sengkring dari Fan, kalau Fusenya bagus berarti Fan Radiator coilnya sudah lemah atau Carbon Brushnya sudah Aus.....atau mungkin terjadi kemacetan pada Bearing Fan.....lakukan pemeriksaan kebengkel dinamao untuk memastikan Fan masih bisa digunakan lagi atau tidak.

c. Kalau semua bekerja tetapi Fungsi pendingin Radiator tidak bekerja seperti yang diharapkan, maka periksalah Radiator anda di Bengkel radiator.....kemungkinan radiator anda sudah kotor dan perlu dilakukan overhaul untuk membersihkan dan merekondisi radiator.

Tips Perawatan Radiator :

1. Periksa posisi tutup Cap radiator dan periksa air radiator mobil Anda secara rutin dan Ganti Cap Radiator bila masa pemakaian 5 Tahun, tutup/ Cap yang aus tak bisa melepas kelebihan tekanan, merusak head gasket & kepala radiator.

2. Ganti/ kuras air radiator mobil anda dalam kurun waktu 1 tahun sekali atau tiap 20.000 km untuk perawatan berkala water pump maupun sistem pendinginan mobil anda:

a. Senantiasa gunakan cairan pendingin/ coolant/ inhibitor yang baik, aman bagi komponen aluminium dan memiliki kandungan fosfat yang rendah/ nil.

b. Air pencampur coolant sebaiknya menggunakan aquades/ distilled water untuk mencegah timbulnya kerak pada sistem pendinginan mesin.

c. Buanglah angin pada radiator dan seluruh saluran pendingin mesin, sampai gelembung udaranya hilang.

3. Periksa kipas pendingin mesin dan AC, apakah masih berjalan normal ataukah mulai lambat berputar.

4. Ganti hose atas & bawah, hose water feed & return Throttle Body / Carb & hose Heater (tipe AC dg. heater) setiap 5 th., harganya murah tetapi sangat vital

5. OH radiator, bersihkan saluran di dalam, ganti radiator head & thermostat jika sdh. berumur 10 th. Jangan lepas thermostat, krn. Akan mengacaukan suhu kerja mesin.


Radiator Radiator,Radiator

Modifikasi Cover ( Bahan Kunigan ) & Pemasangan Cover atas Radiator dan Finishing

Tips Cara Menguras air radiator 1 tahun sekali atau tiap 20.000 Km, step point menguras air radiator :

1. Bukalah Tutup Drain Radiator dibagian Bawah dan buanglah air radiator yang akan dikuras

2. Bukalah Tutup atau Cap Radiator untuk mempercepat air keluar dari Drain Radiator

3. Setelah semua air keluar dan habis, tutup kembali Drain Radiator dan isi dengan air bersih

4. Bila akan menggunakan bahan Radiator Flushing campur airnya terlebih dahulu dengan rata,

5. Setelah air radiator Penuh, tutup cap radiator dan Nyalakan Mesin

6. Biarkan Mesin Menyala dan dalam keadaan Idle hingga Fan/ Kipas Radiator Menyala

7. Matikan Mesin dan Tunggu 10 – 15 Menit agar Mesini dingin kembali

8. Buka Drain Radiator dan Juga Cap Radiator atas dan biarkan air radiator terbuang ( biasanya air radiator masih kotor atau masih bercampur dengan Coolant

9. Tutup Kembali Drain Radiator dan Isi Radiator dengan Air Bersih, setelah Penuh tutup Kembali Cap Radiator

10. Ulangi Langkah 5 s/d 9 hingga air radiator yang keluar benar-benar bersih.

11. Bila air radiator yang dibuang sudah bersih Tutup Drain Radiator bagian Bawah dan Isi Air raidiator dengan Air Coolant atau air aquadest ( air demin/ RO ) atau kalau saya biasanya menggunakan Air condensasi dari AC.

12. Tutup Cap Radiator dan Nyalakan Mesin, Pastikan didalam radiator sudah tidak ada lagi gelembung udara, karena bila ada banyak gelembung udara maka akan meningkatkkan tekanan di dalam radiator....tapi jangan khawatir karena bila Cap Radiator anda dalam keadaan baik maka Cap akan bekerja untuk melepas tekanan didalam radiator.

13. Selamat mencoba dan jauhkan anak anda dari pekerjaan ini.......!!!


Kembali ke Perbaikan Radiator di Bengkel ” Subur Radiator ” setelah Radiator di Recondisi hasilnya Temperatur pada Range ¼ dan Tidak ada lagi Kebocoran Pada Radiator, biayanya juga relative murah hanya 350 rb Rupiah, coba bandingkan bila kita membeli Radiator Baru…..wah bias lebih dari satu jeti deh……pan lumayan uangnya buat beli keperluan lain, anda mo tau hasilnya, coba perhatikan gambar dibawah……Lumayan Khan…….????


Radiator

Hasil radiator setelah renkondisi

sistem pendingin mesin

Sistem pendingin mesin ada 3, yaitu melalui Air pendingin ( radiator), Udara dan Minyak pelumas, peran radiator dalam sistem pendingin mesin sangat penting. Seiring dengan waktu, radiator pun bisa bocor. Penyebab utamanya karena korosi atau karat ataupun terjadinya Krak sehingga aliran air terhambat. Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tingginya tekanan air di radiator. Karat bisa timbul kalau air radiator kotor, sedangkan Krak bisa juga karena pemakaian Coolant yang kurang bagus atau air yang digunakan adalah air ledeng/ pam atau air sumur. Penggantian secara berkala dengan air yang steril dapat meminimalisasi kemunculan karat/ krak.

Sistem pendingin air terdiri dari beberapa komponen, yaitu water jacket, pompa air, radiator, thermostat, kipas, dan selang air. Secara sederhana, mekanisme kerja sistem pendingin mesin mobil bisa dibagi menjadi dua, saat mesin dalam kondisi dingin dan panas. Bila mesin masih dalam keadaan dingin, pendingin diberi tekanan oleh pompa air dan bersirkulasi. Saat itu thermostat masih tertutup, sehingga cairan bersirkulasi melalui selang bypass dan kembali ke pompa air.

Radiator Radiator

Radiator Cooling System & Cap radiator & Vacuum Valve

Lain lagi kalau mesin dalam keadaan panas. Setelah mesin menjadi panas, thermostat terbuka dan katup bypass tertutup dalam bypass sirkuit. Cairan yang bersuhu panas di dalam water jacket menyerap panas dari mesin kemudiann disalurkan ke radiator. Di radiator, cairan panas tersebut didinginkan dengan kipas dan putaran udara karena gerak maju kendaraan. Cairan yang bersuhu normal kemudian disalurkan kembali oleh pompa air ke water jacket.

Peranti radiator berfungsi mendinginkan cairan yang telah panas, setelah melalui water jacket. Radiator terdiri dari tangki air bagian atas (upper water tank), bagian bawah (lower water tank) dan radiator core pada bagian tengahnya. Cairan pendingin masuk ke upper tank dari selang atas (upper hose). Bagian tangki atas dilengkapi dengan tutup radiator (Cap ) untuk menambah air pendingin. Selain itu juga dihubungkan dengan slang ke resevoir tank sehingga air pendingin atau uap yang berlebih dapat ditampung. Khusus tangki bagian bawah dilengkapi dengan outlet dan keran penguras.

Untuk mendapatkan efek pendinginan yang lebih baik, maka perbedaan suhu antara udara luar dengan suhu air pendingin dalam radiator haruslah besar, dengan mempergunakan tutup radiator. Didalam tutup radiator terdapat relief valve atau klep relief dan vacum valve atau klep vakum yang mengatur agar tekanan dalam radiator tidak lebih dari 1 atmosfeer (atm) dan air mendidih dalam radiator diatas 100oC
Relief valve atau klep relief mempunyai fungsi untuk membuang kelebihan tekanan dalam radiator, bila telah melewati batas tekanan yang ditentukan oleh pabrik. Sedangkan vacuum valve atau klep vakum mempunyai fungsi untuk menyamakan tekanan di dalam radiator dengan tekanan udara luar, apabila suhu air pendingin dalam radiator turun sampai dibawah titik didihnya

Air Radiator Berkurang
Saat pulang dari Field Break kemaren ketika memeriksa Air radiator ternyata kondisi air di dalam radiator berkurang, dan langsung saja radiator saya tambahkan air hingga penuh lalu tepian radiator saya bersihkan, setelah bersih dan mesin dinyalakan ternyata ada rembasan pada Klem radiator yang menghubungkan Plastik/Fiber dengan kisi-kisi radiator ( Heat Sink ), karena tak mau ambil resiko saat digunakan atau selama dalam perjalanan, maka kendaraan saya bawa ke Bengkel Radiator yang memang sudah menjadi langganan saya sejak tahun 1997.


Radiator Radiator

Kebecoran Radiator ( ada Rembesan Air ) & Pelepasan radiator dari Frame

Kembali ke masalah radiator tadi, setelah sampai di Bengkel radiator diidentifikasi penyebab kebocoran diusulkan oleh montir untuk dibongkar dan diganti Penutup Bagian atas ( cover ) yang kebetulan terbuat dari Plastik/ Fiber, dan dia menyarankan untuk diganti yang kebetulan cover tersebut sudah dia buat dari kuningan dan ready stock, tapi perlu dimodifikasi lagi untuk tutup radiator karena terlalu pendek ( tidak sama dgn originalnya Hyundai ).
Dalam Hal Penggantian Cover dari Plastik ke Kuningan, memang ada perbedaan presepsi dalam hal ini, ada yang menyarankan agar tetap Plastik sehingga bila terjadi Overpressure yang kalah adalah Plastiknya ( Plastik Pecah ), tapi bukankah kuningan juga disolder ( dipatri ), jadi bila ada masalah overpressure maka solderannya juga akan pecah....? dan dibagian bawah juga masih orisinil terbuat dari plastik bila terjadi juga pressure maka yang diharapkan pecah duluan dibagian bawahnya ( ngak la ya ....?? pressure yg tinggi khan dibagian atas ).....atau Tutup radiator yg melompat bila tekanan radiator lebih dari 1,0 Kg/cm3 ( Cap range : 0.9 ), nah alasan ketiga ini yang memungkinkan saya untuk mengambil kesimpulan bahwa penggantian cover atas radiator dengan bahan dari kuningan.

Pelepasan radiator pun dilakukan oleh Montir, dan tingkat kesulitan dalam pelepasan radiator ini cukup lumayan karena harus melepas cover/ tanduk bagian depan dari kendaraan, sembari diguyur hujan tetep aja pelepasan radiator bisa berjalan sesuai rencana, dan saya tak perlu kecewa karena ternyata kijang Inova pun casenya sama dengan Hyundai Santa Fe, cover depan harus dibuka juga....hehehehe....!!

Setelah semua dibuka dan Cover Fiber dari Radiator dibuka ditemukan adanya retak pada Cover, dan selanjutnya sesuai dengan rencana cover plastik/ Fiber diganti dengan Cover Kuningan Made in ” Subur Radiator ”.
Setelah dilakukan Overhaul dan pembersiahan terhadap semua kisi radiator dengan alat yang sederhana, maka pemasangan coverpun dilakukan dan hasilnya lumayan bagus dan kuat, dan setelah dilakukan pengetesan kebocoran radiator setelah perbaikan dan hasilnya tidak ada kebocoran maka radiator siap untuk dipasang kembali.
Saya memang tak berani garantee seberapa kuatkah radiator yang di rekondisi, tapi berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami sampe 2 tahun belum ada masalah pada radiator yang diperbaiki atau direkondisi, hingga pada akhirnya mobil tersebut saya jual.
Untuk kali ini mungkin akan saya amati, berapa lama akan bertahan, Insya Allah tentunya.


Radiator Radiator

Unit Radiator yang sudah dilepas & Pembersihan Sirip Pendingin

Kenaikan temperature lebih dari setengah scale

Hal-hal yang perlu anda perhatikan, kendaraan anda sering terjadi kenaikan temperatur pada mesin lebih dari setengah :
1. Periksa Air didalam radiator apakah Berkurang....? kalau berkurang cukup segnifikan berarti ada kebocoran ==> Periksalah setiap joint Connection Radiator ( Klem, Penutup Drain, Tutup Radiator dsb ) dan periksa apakah ada retak atau kebocoran pada kisi radiator ==> agar intensif bawalah ke bengkel Radiator terdekat.

2. Kalau tidak terjadi pengurangan pada air radiator, ada hal yang perlu diperhatikan ;

a. arah Periksa Arah putaran Fan Radiator dengan menggunakan Tissue putaran fan harus ke arah mesin jangan sampai terbalik. Kalau terbalik coba balik connection cable yang ke arah Fan, setelah dibalik maka putaran Fan akan kebalikan dari putaran pertama tadi.

b. Kalau Periksalah Fan Radiator tidak bekerja atau On saat termostart bekerja Fuse atau Sengkring dari Fan, kalau Fusenya bagus berarti Fan Radiator coilnya sudah lemah atau Carbon Brushnya sudah Aus.....atau mungkin terjadi kemacetan pada Bearing Fan.....lakukan pemeriksaan kebengkel dinamao untuk memastikan Fan masih bisa digunakan lagi atau tidak.

c. Kalau semua bekerja tetapi Fungsi pendingin Radiator tidak bekerja seperti yang diharapkan, maka periksalah Radiator anda di Bengkel radiator.....kemungkinan radiator anda sudah kotor dan perlu dilakukan overhaul untuk membersihkan dan merekondisi radiator.

Tips Perawatan Radiator :

1. Periksa posisi tutup Cap radiator dan periksa air radiator mobil Anda secara rutin dan Ganti Cap Radiator bila masa pemakaian 5 Tahun, tutup/ Cap yang aus tak bisa melepas kelebihan tekanan, merusak head gasket & kepala radiator.

2. Ganti/ kuras air radiator mobil anda dalam kurun waktu 1 tahun sekali atau tiap 20.000 km untuk perawatan berkala water pump maupun sistem pendinginan mobil anda:

a. Senantiasa gunakan cairan pendingin/ coolant/ inhibitor yang baik, aman bagi komponen aluminium dan memiliki kandungan fosfat yang rendah/ nil.

b. Air pencampur coolant sebaiknya menggunakan aquades/ distilled water untuk mencegah timbulnya kerak pada sistem pendinginan mesin.

c. Buanglah angin pada radiator dan seluruh saluran pendingin mesin, sampai gelembung udaranya hilang.

3. Periksa kipas pendingin mesin dan AC, apakah masih berjalan normal ataukah mulai lambat berputar.

4. Ganti hose atas & bawah, hose water feed & return Throttle Body / Carb & hose Heater (tipe AC dg. heater) setiap 5 th., harganya murah tetapi sangat vital

5. OH radiator, bersihkan saluran di dalam, ganti radiator head & thermostat jika sdh. berumur 10 th. Jangan lepas thermostat, krn. Akan mengacaukan suhu kerja mesin.


Radiator Radiator,Radiator

Modifikasi Cover ( Bahan Kunigan ) & Pemasangan Cover atas Radiator dan Finishing

Tips Cara Menguras air radiator 1 tahun sekali atau tiap 20.000 Km, step point menguras air radiator :

1. Bukalah Tutup Drain Radiator dibagian Bawah dan buanglah air radiator yang akan dikuras

2. Bukalah Tutup atau Cap Radiator untuk mempercepat air keluar dari Drain Radiator

3. Setelah semua air keluar dan habis, tutup kembali Drain Radiator dan isi dengan air bersih

4. Bila akan menggunakan bahan Radiator Flushing campur airnya terlebih dahulu dengan rata,

5. Setelah air radiator Penuh, tutup cap radiator dan Nyalakan Mesin

6. Biarkan Mesin Menyala dan dalam keadaan Idle hingga Fan/ Kipas Radiator Menyala

7. Matikan Mesin dan Tunggu 10 – 15 Menit agar Mesini dingin kembali

8. Buka Drain Radiator dan Juga Cap Radiator atas dan biarkan air radiator terbuang ( biasanya air radiator masih kotor atau masih bercampur dengan Coolant

9. Tutup Kembali Drain Radiator dan Isi Radiator dengan Air Bersih, setelah Penuh tutup Kembali Cap Radiator

10. Ulangi Langkah 5 s/d 9 hingga air radiator yang keluar benar-benar bersih.

11. Bila air radiator yang dibuang sudah bersih Tutup Drain Radiator bagian Bawah dan Isi Air raidiator dengan Air Coolant atau air aquadest ( air demin/ RO ) atau kalau saya biasanya menggunakan Air condensasi dari AC.

12. Tutup Cap Radiator dan Nyalakan Mesin, Pastikan didalam radiator sudah tidak ada lagi gelembung udara, karena bila ada banyak gelembung udara maka akan meningkatkkan tekanan di dalam radiator....tapi jangan khawatir karena bila Cap Radiator anda dalam keadaan baik maka Cap akan bekerja untuk melepas tekanan didalam radiator.

13. Selamat mencoba dan jauhkan anak anda dari pekerjaan ini.......!!!


Kembali ke Perbaikan Radiator di Bengkel ” Subur Radiator ” setelah Radiator di Recondisi hasilnya Temperatur pada Range ¼ dan Tidak ada lagi Kebocoran Pada Radiator, biayanya juga relative murah hanya 350 rb Rupiah, coba bandingkan bila kita membeli Radiator Baru…..wah bias lebih dari satu jeti deh……pan lumayan uangnya buat beli keperluan lain, anda mo tau hasilnya, coba perhatikan gambar dibawah……Lumayan Khan…….????


Radiator

Hasil radiator setelah renkondisi

Sistem pendinginan

Sistem pendinginan dalam mesin kendaraan adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal. Mesin pembakaran dalam (maupun luar) melakukan proses pembakaran untuk menghasilkan energi dan dengan mekanisme mesin dirubah menjadi tenaga gerak. Mesin bukan instrumen dengan efisiensi sempurna, panas hasil pembakaran tidak semuanya terkonversi menjadi energi, sebagian terbuang melalui saluran pembuangan dan sebagian terserap oleh material disekitar ruang bakar. Mesin dengan efisiensi tinggi memiliki kemampuan untuk konversi panas hasil pembakaran menjadi energi yang dirubah menjadi gerakan mekanis, dengan hanya sebagian kecil panas yang terbuang. Mesin selalu dikembangkan untuk mencapai efisiensi tertinggi, tetapi juga mempertimbangkan faktor ekonomis, daya tahan, keselamatan serta ramah lingkungan. Proses pembakaran yang berlangsung terus menerus dalam mesin mengakibatkan mesin dalam kondisi temperatur yang sangat tinggi. Temperatur sangat tinggi akan mengakibatkan desain mesin menjadi tidak ekonomis, sebagian besar mesin juga berada di lingkungan yang tidak terlalu jauh dengan manusia sehingga menurunkan faktor keamanan. Temperatur yang sangat rendah juga tidak terlalu menguntungkan dalam proses kerja mesin. Sistem pendinginan digunakan agar temperatur mesin terjaga pada batas temperatur kerja yang ideal.
Prinsip pendinginan adalah melepaskan panas mesin ke udara, tipe langsung dilepaskan ke udara disebut pendinginan udara (air cooling), tipe menggunakan fluida sebagai perantara disebut pendinginan air.

Pendinginan udara


Silinder mesin dengan sirip pendingin
Dalam sistem ini, panas mesin langsung dilepaskan ke udara. Mesin dengan sistem pendinginan udara mempunyai desain pada silinder mesin terdapat sirip pendingin. Sirip pendingin ini untuk memperluas bidang singgung antara mesin dengan udara sehingga pelepasan panas bisa berlangsung lebih cepat. Sebagian dilengkapi dengan kipas (kipas eletkris atau mekanis) untuk mengalirkan udara melalui sirip pendingin, sebagian yang lain tanpa menggunakan kipas.
Tipe ini memiliki kelebihan :
  • Desain mesin lebih ringkas.
  • Berat mesin secara keseluruhan lebih ringan dibandingkan tipe pendinginan air.
  • Mudah perawatannya.
Tipe ini memiliki kekurangan, harus ada penyesuaian untuk digunakan di daerah dingin atau panas terutama mesin berkapasitas besar.
Tipe ini banyak diaplikasikan pada mesin pesawat, sebagian besar sepeda motor, mobil tipe lama dan sebagian kecil mobil tipe terbaru. Hampir semua mesin dengan kapasitas kecil menggunakan tipe ini, seperti mesin pemotong rumput, mesin genset dibawah 10 Kva, mesin pemotong kayu (chain saw) dan sebagainya.
Sistem ini menggunakan media air sebagai perantara untuk melepaskan panas ke udara.
Komponen utama dalam sistem ini adalah :
  1. Radiator, berfungsi untuk melepaskan panas.
  2. Saluran berupa pipa (tube) atau selang karet (hose).
  3. Pompa, berfungsi untuk sirkulasi air dalam sistem.
  4. Thermostat, berfungsi untuk menutup atau membuka jalur sirkulasi.
  5. Kipas, berfungsi untuk membantu pelepasan panas pada radiator.
Sistem ini angat umum dipakai pada mobil, sedangkan sepeda motor jarang menggunakan tipe ini.

Oli mesin dalam bak poros engkol, selain berfungsi untuk pelumas bagian dalam mesin juga turut serta dalam proses pendinginan mesin.

Buat Yang Hobi Utak-Atik Karburator Mobil

Pemilik mobil lawas usah minder sama yang anyar. Buktinya beberapa surat yang masuk ke redaksi menanyakan hal yang bisa dilakukan sendiri. Misalnya ada keluhan tarikan loyo dan menanyakan setelan karburator yang pas.
Nah, buat Anda yang punya mobil lawas dan kian tertarik buat utak-atik, bisa trik berikut ini yang diperagakan pada Toyota Kijang, bisa untuk mesin 5K maupun 7K karburator.

CARBURETOR CLEANER

Toyota Kijang punya karburator yang lumayan simpel. Membersihkannya mudah, kok. "Selama tidak ada keluhan cukup dibersihkan saja," bilang Ade Rahmat, mekanik bengkel OSS di Kebon Jeruk, Jakbar. Siapkan kunci-kunci 10, 12 dan 14 mm, obeng minus dan carburetor cleaner. Pertama, tentu copot dulu saringan udara dan rumahnya yang biasa diikat baut 10 dan 12 mm.

Setelah terbuka semua, bersihkan bensin yang ada di ruang pelampung. Caranya, buka baut setelan angin yang ada di bawah karburator sebelah kanan pakai obeng minus (Gbr.1). Bensin akan mengucur keluar. Buka saja sampai copot. Hati-hati jangan sampai hilang.

Lanjutkan membuka baut drain 14 mm penutup spuyer di bagian depan bodi karburator (Gbr.2). Bensin pun mengucur keluar juga. Dari lubang ini tampak spuyer-spuyernya. Langsung semprot carburetor cleaner ke lubang spuyer dan baut setelan angin tadi.

Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4
Kelar menyemprot, pasang lagi bautnya dan hidupkan mesin. Setel angin supaya mesin langsam, kira-kira 1,5 putaran. Lalu bekap karburator pakai tangan beberapa kali (Gbr.3). "Tujuannya mengeluarkan bensin kotor yang tersisa di dalam karburator," lanjut Ade.

Lanjutkan semprot carburetor cleaner ke dalam karburator (Gbr.4). Putaran mesin akan turun seperti mau mati. Sebaiknya naikkan putaran dengan membuka skep gas. Kalau mati, tinggal start lagi.

Setelah kelar membersihkan, setel kembali angin. Tutup baut setelan dulu sampai mesin mau mati, lalu putar untuk membuka kira-kira 1,5 putaran. Dapatkan feeling terbaik, karena saat dibuka, putaran mesin akan naik.
Sampai suatu saat, putaran mesin akan turun. Hentikan putaran saat putaran mesin tertinggi dan stabil. Kalau perlu tambahkan seperempat putaran supaya mudah hidup pada saat dingin. Kelar, deh. Gimana, sudah siap utak-atik?

Skutik Pakai Tabung Sokbreker, Kaki Lebih Berotot Kekar


Agar tampak lebih kekar, para modifikator mengubah tampilan sektor kaki-kaki baik depan maupun belakang. Pada skutik, melakukan hal tersebut salah satu caranya dengan ganti tabung sok asli dengan aftermarket (gbr.1).

“Saat ini karena banyaknya modifikasi dengan bahan skutik, maka jadinya banyak juga bermunculan merek tabung sok. Namun dari produk yang ada, bahan utama yang dipakai adalah aluminium,” kata Suhendi, mekanik bengkel modifikasi X-16 Motorbike di Pasar Mobil Kemayoran, Jakpus.


Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4
Saking banyaknya pilihan, tentu bikin hunting tabung sok buat skutik yang banderolnya Rp 450 ribuan ini jadi gampang. Oh ya, berbicara soal kemudahan tidak hanya soal mencarinya saja lo. Bongkar pasang tabung sok bawaan pabrik jadi barang aftermarket juga tergolong mudah.

Mau tau caranya? Yuk kita praktikkan pada Yamaha Mio. Sebelumnya siapkan dulu alat kerjanya yang berupa kunci ring ukuran 14, kunci L-10, obeng minus dan oli khusus sok. Langkah paling awal lepas dulu ban dan sepatbor depan. Selanjutnya baru kendurkan baut pengunci as sok depan (gbr.2).

Berikutnya longgarkan baut L di bawah tabung sok depan, alat yang dipakai kunci L-10 (gbr.3). “Jangan lupa sediakan kaleng buat wadah oli yang keluar dari tabung sok,” ungkap pria asal Kuningan, Jabar ini.

Gbr 5
Bila oli dalam tabung sok susah keluar semua, langkah berikutnya tinggal tarik tabung dari as sok dan ganti dengan tabung sok aftermarket. Oh ya sebelum tabung tersebut dipasang, lepas dulu 2 sil di tabung sok bawaan motor (gbr.4).

“Kalau part itu belum bocor, tinggal pasang deh ke tabung sok aftermarket. Tapi bila ternyata silnya rusak, mesti ganti baru,” tutur Suhendi.

Langkah akhir dari prosesi ini, masukkan lagi oli sok ke dalam tabung (gbr.5). Bisa pakai oli yang lama atau ganti oli sok yang baru. Soal takaran, cukup samakan dengan aslinya yang hanya pakai 60 ml.

Ragam Lubang Pembuangan Air Radiator Di Motor Berpendingin Air




Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3
Fungsi radiator pasti sudah tahu ya, untuk membantu proses pendinginan mesin agar suhunya tetap terjaga. Tapi tahukah Anda, letak lubang pembuangannya di tiap motor berbeda?

Seperti di Kawasaki; Ninja 150 RR dan Ninja 250, meski bukanya sama-sama pakai kunci T-8 (gbr.1), tapi posisinya beda. “Setelah kita buka fairing bawah, untuk Ninja 250 lubangnya ada di kiri. Sedang Ninja 150 RR di kanan,” ucap Heru Mustofa dari Scorpio Motorsport di Jln Maruya Selatan, Jakbar.

Lain lagi Honda Vario. Kita harus copot dulu cover radiatornya. Setelah itu, baru buka baut di bagian bawah mesin kanan. “Proses pengurasan pun tetap sama dengan motor lain, minimal tiap 9.000 km,” ucap Gunawan kepala bengkel resmi Clara Motor Jln. Panjang Arteri Kebon Jeruk, Jakbar.

Pria ini menambahkan, kalau Honda yang paling gampang di CS-1, sebab pipa dari radiator ke water-pump terbuka, jadi memudahkan pengerjaan dibanding Vario dan CBR yang harus melepas bodi samping dulu.

Untuk praktiknya sih idem, tinggal kendurkan baut klem pengikat pipanya (gbr.2) atau mencopot baut pembuangan pakai kunci ring 8. “Kalau di CBR yang kudu diingat, posisi baut jangan sampai tertukar. Baut pembuangan air coolant ada ringnya,” wantinya.

Di Yamaha, ada Jupiter MX dan V-Ixion. “Mesin keduanya mirip, posisi pengurasan air coolant pun sama,” ucap Ajet Sudrajat, kepala suku cadang bengkel Yamaha Putra di Pos Pengumben, Jakbar, sambil menunjukkan tempatnya (gbr.3).

Paling penting, tahapan sebelum proses pengurasan. Mau tahu? Pertama, mesin harus dingin. Kedua, tutup radiator di atas jangan dibuka dulu sebelum melepas baut pembuangan bawah. Cara ini agar cairan coolant gak langsung meluber dengan cepat.

Dalam pengisian pun begitu, awalnya mesin kendaraan Anda harus tetap menyala dan isi sedikit demi sedikit air coolantnya hingga batas yang dianjurkan, agar semua cairan terisi penuh sesuai proporsi dari radiator itu. “Cek juga secara rutin pada tangki cadangan (reservoir). Jika permukaan air ada di bawah garis batas, segera tambahkan cairan coolant-nya,” pesannya.

Perbaiki Drat Busi Dol: Cara Hemat, Hasil Akurat




Seringkali kejadian, memasang busi dengan posisi kurang pas (miring) sehingga ulir rumah busi termakan. Ini disebabkan material kepala silinder terbuat dari aluminium dan bahan busi dari besi, sehingga ulir rumah busi di kepala silinder biasanya lebih cepat kalah. Istilah sehari-harinya, drat busi dol.

Akibatnya sudah jelas, busi tidak bisa dikencangkan menggunakan kunci busi karena ulir sudah ompong. Efeknya, hal itu merembet ke mesin yang jadi susah hidup karena kompresi bocor dari celah ulir rumah busi.

Jangan paksa mesin untuk hidup karena busi bisa mencelat belasan meter terdorong kompresi dari piston. Kalau sudah begini, jangan keburu panik lantaran terbayang biaya besar untuk menebus kepala silinder anyar.
Selain harga yang lumayan nendang, rasanya tak pantas merogoh kocek begitu besar untuk sebuah kepala silinder hanya karena ulir rumah busi yang meranggas kan? Erwin Oei dari Rudy Jaya Motor (RJM) punya kiat pahe bermodal dana Rp 25-35 ribu saja.

“Sebenarnya ada 2 metode dalam memperbaiki ulir rumah busi di kepala silinder, yakni recoil atau bosing,” jelas Erwin. Tetapi versi bosing dengan material selongsong ulir terbuat dari besi diklaim lebih awet karena sifatnya permanen. Pastinya kepala silinder harus dilepas dari blok mesin agar pengerjaan menjadi lebih mudah.
Rumah busi yang dratnya sudah dol tadi, dibubut ulang untuk perbesaran diameter. Ini dimaksudkan agar bosing besi model drat luar-dalam bisa di-tab (terpasang) dengan baik dan benar.
“Untuk metode recoil biasanya dipakai saat kondisi emergency dan perlu penanganan dengan cepat seperti di arena balap karena hanya perlu waktu 30 menit,” jelas Akiang, panggilan akrab Erwin Oei.
Sementara metode bosing dengan material besi dipilih sebagai alternatif jitu untuk durabilitas lebih lama karena pemasangannya juga lebih rumit dengan sistem ulir (bukan pres-presan).

Selain itu lebih aman untuk mereka yang gemar buka-pasang busi alias doyan ngoprek. “Setelah bosing terpasang di kepala silinder, masih diperkuat dengan cantuman las dan combustion chamber atau kubah dirapikan lagi dengan bor tuner,” tutur kepala mekanik tim Honda-Banten ini.


Alat penghemat bahan bakar



Awalnya ketika melihat anak kecil bermain magnet yang ketika dilemparkan ke udara kemudian pada saat bergabung kembali menimbulkan suara. Pada saat itu timbul ide untuk mewujudkan alat pengehemat bahan bakar dan gas elpiji berbahan magnet mainan tersebut. Magnet ini biasa disebut Rattlesnake soundegss atau Singing magnet.
Dipasaran dijual dalam kemasan 2 buah/sepasang atau kemasan 4 buah. Harga kemasan 2 buah berkisar Rp 2.000 s/d Rp. 2.500 per kemasan atau hanya Rp. 1.000 s/d Rp 1.250 per buah.
Harga termurah yang didapatkan adalah kemasan 4 buah, seharga Rp. 10.000 per 3 kemasan (3 x 4 = 12 biji) atau hanya Rp. 833.33 per biji. Namun kemasan 4 buah ini sudah jarang beredar di pasaran.
Di Jabodetabek, magnet tersebut biasa dijual diatas KRL, Bis, Toko K5 (serba lima ribu), mainan 10.000 : 3 buah dll. Kebanyakan dalam kemasan isi 2 buah magnet.
Bahan :


  • Rattlesnake soundegss atau Singing magnet beberapa buah tergantung diameter slang bahan bakar atau slang gas. Biasanya sekitar 5 buah untuk satu titik lokasi pemasangan.


  • Lakban/isolasi/tape biasa untuk jilid sebanyak 2 putaran untuk satu titik lokasi pemasangan. Biasanya berbahan sejenis kain. Lebar lakban/isolasi/tape untuk jilid sekitar 4.5 s/d 5 cm cukup untuk menutupi panjang dari magnet.
Bentuk pemasangan/rangkaian:
Penghemat BBM untuk Mobil / Motor
Bahan bakar bensin dengan karburator.


  • Poosisi pemasangan sebanyak 2 titik/lokasi yakni pada slang bensin sebelum karburator (antara pompa bensin dan karburator) dan pada slang bensin sebelum pompa bensin (antara filter bensin dengan pompa bensin


  • Bentuk pemasangan melingkari slang bensin seperti gambar diatas (bentuk pemasangan), untuk mobil biasanya sekitar 5 s/d 6 buah magnet sedangkan untuk motor lebih sedikit.


  • Setelah magnet melingkari slang bensin, ikatlah dengan lakban/isolasi/tape untuk jilid sebanyak 2 putaran. Pastikan dengan baik kekuatannya agar magnet tidak akan terlepas walaupun terkena guncangan hebat.
Manfaat :
Kelebihan & keuntungan :
- Suara mesin lebih halus.
- Pembakaran lebih baik karena perbaikan struktur ion dari bahan bakar oleh medan magnet.
- Pembakaran lebih baik sehingga meningkatkan akselarasi, pada akhirnya merubah pola penggunaan pedal gas, manfaatnya adalah penghematan bahan bakar.
- Tidak ada efek samping.
Polemik manfaat/efek magnet pada bahan bakar terjadi pro dan kontra, namun kami sendiri mencoba langsung pada daihatsu classy thn 93, dan memang terbukti bahwa akselarasi lebih baik dibandingkan tanpa magnet. Silahkan dibuktikan sendiri, jikalau anda tidak merasakan manfaatnya kehilangan dana sekitar Rp. 15.000 tidak lah berarti. Memang jika pembuktian dengan cara membeli produk komersial yang beredar dengan harga berkisar Rp. 300.000 s/d 800.000 cukup lah bernilai. Namun dengan adanya teknologi buat sendiri (do it yourself) ini cukuplah memungkinkan dilaksanakan dan dibuktikan manfaatnya.
Penghemat GAS ELPIJI


  • Posisi pemasangan sebanyak yang kita inginkan pada slang gas elpiji. Pemasangan Lebih baik lebih dari satu posisi/tempat.


  • Bentuk pemasangan melingkari slang gas elpiji seperti gambar diatas (bentuk pemasangan) biasanya sekitar 5 s/d 6 buah magnet.


  • Setelah magnet melingkari slang gas elpiji, ikatlah dengan lakban/isolasi/tape untuk jilid sebanyak 2 putaran.
Manfaat :
Kelebihan & keuntungan : - Pembakaran lebih baik karena perbaikan struktur ion dari gas elpiji oleh medan magnet.
- Pembakaran lebih baik sehingga memaksimumkan/optimalisasi kalori panas yang dihasilkan.
- Tidak ada efek samping.
Sistem penghematan dapat pula dipergunakan untuk mesin berbahan bakar solar dan dapat pula pada mesin menggunakan injeksi (non karburator). Bentuk pemasangan adalah sama prinsipnya dengan gambar bentuk pemasangan diatas, namun cara dan letak pemasangan persisnya dapat melihat cara pemasangan pada produk-produk komersial pada umumnya dengan teknologi magnet. Pada prinsipnya bahan bakar/ gas elpiji akan menerobos medan magnet yang ditimbulkan.